Fenomena Merasa Paling Benar Picu Konflik Sosial, Ini Penjelasannya Menurut Tokoh LDNU Banjar

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Martapura,matarakyat.co.id — Sikap merasa paling benar dinilai menjadi salah satu pemicu utama konflik dalam kehidupan sosial, baik dalam lingkup kecil maupun masyarakat luas.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris LDNU Kabupaten Banjar, M. Ali Syahbana, yang menyoroti pentingnya kesadaran diri dalam mengelola ego.

Menurut Ali, kecenderungan tersebut berakar dari pola pikir bawah sadar yang terbentuk sejak dini.

Ia menjelaskan bahwa dorongan untuk selalu benar atau mencari pengakuan dari orang lain sering kali tidak disadari, namun berpengaruh besar terhadap cara seseorang merespons situasi.

“Ini bukan sekadar kesombongan biasa, tetapi lebih dalam, yakni keyakinan yang tertanam sejak lama dan memengaruhi sikap kita sehari-hari,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Ia menambahkan, ketika ego atau keakuan mendominasi, seseorang cenderung menempatkan dirinya sebagai pusat kebenaran.

Baca Juga :  PT Palmina Utama Siap Kolaborasi dengan Pemda Bangun Sistem Pengelolaan Air

Kondisi ini berpotensi menimbulkan bias dalam berpikir, di mana pandangan pribadi dianggap paling tepat, meskipun bersifat subjektif.

Dampaknya, hubungan sosial bisa terganggu hanya karena keinginan mempertahankan pendapat.

Dalam perspektif tasawuf Ahlussunnah wal Jamaah, konsep ini telah lama dibahas oleh ulama klasik, salah satunya Imam Al-Ghazali melalui karyanya Ihya Ulumuddin.

Ia mengaitkan sikap tersebut dengan dua penyakit hati, yakni ujub (rasa kagum berlebihan terhadap diri sendiri) dan takabbur (merendahkan orang lain).

Al-Ghazali menjelaskan bahwa ujub bersifat internal, sementara takabbur tampak dalam perilaku lahiriah.

Keduanya, jika tidak dikendalikan, dapat merusak kualitas hubungan sosial dan spiritual seseorang.

Baca Juga :  DPRD Banjar Bahas Raperda Pengelolaan Sampah dan Penanggulangan Karhutla, Dorong Regulasi yang Lebih Adaptif

Untuk mengatasi hal tersebut, Ali menyebutkan pentingnya menerapkan sikap husnuzan atau berprasangka baik, serta muhasabah atau introspeksi diri.

Ia menekankan bahwa manusia perlu menyadari keterbatasannya dan menyerahkan penilaian akhir kepada Tuhan.

“Proses penyucian jiwa atau tazkiyatun nafs menjadi kunci, yakni dengan membersihkan sifat buruk dan menggantinya dengan akhlak yang lebih baik,” jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mulai dari langkah sederhana, seperti mendengarkan pendapat orang lain tanpa terburu-buru menyanggah.

Menurutnya, sikap ini dapat menjadi awal dalam membangun komunikasi yang lebih sehat dan mengurangi konflik.

“Dengan begitu, seseorang tetap bisa percaya diri tanpa harus merendahkan orang lain, serta tegas tanpa terjebak pada kesombongan,” pungkasnya.

Berita Terkait

PLN Ungkap Kondisi Terkini Listrik Kalsel-Kalteng: Masih Siaga hingga 7 Agustus
PPJB Dianggap Sah, PT BAS Diduga ‘Menggugat Perjanjian Buatan Sendiri’
Promosi ke Kejati Kalsel, Ini Jejak Inovasi Radityo Wisnu Aji Saat Bertugas di Kejari Banjar
Pertanyaan Hakim soal Pencabutan Laporan Warnai Sidang Dugaan Pemalsuan Surat Tanah
Panen Raya di Beruntung Baru, Tani Merdeka Optimistis Banjar Kembali Jadi Sentra Padi Terbesar di Kalsel
Peringati Hari Anak Nasional, ICONNET Gelar “Goes to School” di Tiga Provinsi Kalimantan
Bambang Heri Purnama Tanggung Biaya Kepulangan 36 Jemaah Umrah Kalsel yang Terlantar di Arab Saudi
PLN Icon Plus Edukasi Energi Bersih dan Tanam Pohon Bersama Siswa SMKN 1 Martapura

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:06 WITA

PLN Ungkap Kondisi Terkini Listrik Kalsel-Kalteng: Masih Siaga hingga 7 Agustus

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:42 WITA

PPJB Dianggap Sah, PT BAS Diduga ‘Menggugat Perjanjian Buatan Sendiri’

Kamis, 6 Agustus 2026 - 09:51 WITA

Promosi ke Kejati Kalsel, Ini Jejak Inovasi Radityo Wisnu Aji Saat Bertugas di Kejari Banjar

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:32 WITA

Pertanyaan Hakim soal Pencabutan Laporan Warnai Sidang Dugaan Pemalsuan Surat Tanah

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:49 WITA

Panen Raya di Beruntung Baru, Tani Merdeka Optimistis Banjar Kembali Jadi Sentra Padi Terbesar di Kalsel

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:04 WITA

Peringati Hari Anak Nasional, ICONNET Gelar “Goes to School” di Tiga Provinsi Kalimantan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 19:32 WITA

Bambang Heri Purnama Tanggung Biaya Kepulangan 36 Jemaah Umrah Kalsel yang Terlantar di Arab Saudi

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:59 WITA

PLN Icon Plus Edukasi Energi Bersih dan Tanam Pohon Bersama Siswa SMKN 1 Martapura

Berita Terbaru

Pemkab Banjar

SAPPA BANJAR Dorong Kesadaran Masyarakat Urus Dokumen Kependudukan

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:53 WITA