Batulicin, matarakyat.co.id – Fokus pembenahan sektor pendidikan menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Tanah Bumbu memasuki Tahun Anggaran 2026. Hal itu tercermin dalam rapat kerja Komisi I DPRD Tanah Bumbu bersama jajaran Dinas Pendidikan yang digelar di Ruang Rapat Komisi DPRD, Senin (19/1/2026).
Rapat dipimpin langsung Ketua Komisi I DPRD Tanah Bumbu, H. Bobi Rahman, sebagai bagian dari agenda evaluasi sekaligus pemetaan program kerja Dinas Pendidikan ke depan. Dalam forum tersebut, Dinas Pendidikan diwakili Sekretaris Dinas, Fendi, didampingi para kepala bidang dan staf teknis.
H. Bobi Rahman menegaskan, rapat ini tidak sekadar bersifat administratif, tetapi menjadi ruang klarifikasi atas berbagai persoalan pendidikan yang sempat mencuat pada tahun sebelumnya. Ia menyinggung sejumlah kejadian di 2025, mulai dari kebakaran bangunan sekolah, keterlambatan pembayaran gaji guru, hingga minimnya sarana belajar seperti meja dan kursi di ruang kelas.
Selain isu penanganan persoalan lama, Komisi I juga meminta pemaparan rinci terkait rencana pembangunan dan rehabilitasi satuan pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP, termasuk pengadaan perangkat belajar mengajar.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Tanah Bumbu, Fendi, menyampaikan bahwa sejumlah persoalan telah ditindaklanjuti.
Kekurangan meja dan kursi di SDN Pondok Butun, kata dia, sudah tertangani dan diserahkan langsung ke pihak sekolah. Sementara untuk SDN Wonorejo yang sebelumnya mengalami kebakaran, pembangunan ulang telah dilakukan pada akhir 2025 dan akan dilanjutkan dengan penambahan bangunan pada 2026.
Terkait gaji tenaga pengajar, Fendi menjelaskan bahwa sebagian besar kasus terjadi pada guru yang mengajar di sekolah swasta.
Dalam kesempatan itu, anggota Komisi I DPRD Tanah Bumbu turut menyampaikan masukan strategis. Mereka berharap ke depan tidak ada lagi bangunan sekolah berbahan kayu, melainkan beralih ke konstruksi beton demi keamanan dan ketahanan jangka panjang.
Selain itu, pembangunan sekolah baru diharapkan sudah lengkap dengan meja, kursi, dan sarana penunjang belajar lainnya sejak awal.






