Banjar, matarakyat.co.id – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Banjar menggelar kegiatan Ekspos dan Evaluasi Pendataan Indeks Desa (ID) sebagai langkah penyusunan rencana aksi pembangunan desa tahun 2025.
Agenda yang berlangsung di Ballroom Grand Qin Hotel Banjarbaru, Kamis (13/11/2025), ini mengangkat tema penguatan peran multisektor untuk mewujudkan “Banjar Manis”, yakni Maju, Mandiri, dan Agamis.
Bupati Banjar H. Saidi Mansyur melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Dian Marlina, menyampaikan bahwa pembangunan desa di Kabupaten Banjar terus diarahkan berbasis data Indeks Desa yang mencakup enam dimensi.
Layanan dasar, sosial, ekonomi, lingkungan, aksesibilitas, serta tata kelola pemerintahan desa.
Menurutnya, status desa di Kabupaten Banjar menunjukkan tren peningkatan berkat pemutakhiran ID dan pendampingan berkala.
“Data ini menjadi landasan penting untuk mendorong lebih banyak desa naik kelas menjadi Desa Maju dan Desa Mandiri,” ujar Dian.
Indeks Desa disusun untuk mengukur tingkat kemajuan dan kemandirian desa sesuai arah pembangunan nasional, daerah, hingga perencanaan di tingkat desa.
Selain menjadi dasar informasi pembangunan, ID juga digunakan untuk menetapkan status perkembangan desa secara berkelanjutan.
Dian berharap peserta kegiatan dapat aktif memberikan masukan dan ikut memastikan pemutakhiran data ID berlangsung valid.
“Output kegiatan ini adalah teridentifikasinya hasil evaluasi ID serta meningkatnya status perkembangan desa di Kabupaten Banjar,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang PKMSD Gt. M. Chandra Suryana menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menyelaraskan persepsi peserta mengenai ID dan rencana aksi pembangunan desa 2025.
Peserta juga dibekali kemampuan menganalisis data ID di masing-masing SKPD agar menghasilkan data yang akuntabel sebagai dasar perencanaan tahun berikutnya.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Desa, Direktur Advokasi dan Kerja Sama Desa dan Perdesaan Dwi Rudi Hartoyo, serta Ketua Komisi I DPRD Banjar, Amirudin.
Acara diikuti 114 peserta terdiri dari para pambakal, TAPM P3MD, perangkat desa, serta undangan dari sejumlah instansi, camat, dan stakeholder lainnya.






