Martapura,matarakyat.co.id – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar bersama Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Banjar menggelar sosialisasi perundang-undangan di Desa Sungai Tuan Ilir, Kecamatan Astambul, Kamis (13/11/2025).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman petani mengenai pentingnya praktik budidaya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Banjar, Rusmini, narasumber KJF Distan Banjar Nudin, Plt Kasubbag Umpeg Distan Fetty Musriniwati, jajaran BPP Astambul, para kepala desa setempat, serta warga desa yang antusias mengikuti sosialisasi.
Tekankan UU Sistem Pertanian Berkelanjutan
Dalam paparannya, Rusmini memperkenalkan isi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan.
Menurutnya, regulasi ini merupakan fondasi penting untuk mendorong sektor pertanian daerah bergerak ke arah yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berorientasi pada ketahanan pangan jangka panjang.
“UU ini menuntun kita untuk tidak hanya mengejar produksi, tetapi juga menjaga kelestarian ekosistem agar pertanian bisa terus berlanjut bagi generasi berikutnya,” ujarnya.
Pupuk Organik hingga Pestisida Nabati ‘Jerpur’
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari narasumber Nudin yang menyoroti konsep dasar pertanian berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa praktik budidaya perlu menyesuaikan tantangan modern seperti degradasi lahan, penggunaan bahan kimia berlebih, hingga perubahan iklim.
Menurut Nudin, penggunaan pupuk organik seperti kompos dan pupuk kandang dapat membantu memperbaiki struktur tanah sekaligus menyediakan nutrisi secara lebih stabil.
Ia juga memperkenalkan inovasi pestisida nabati bernama “Jerpur”, yang diracik dari jeruk asam, dolomit atau kapur pertanian, dan air.
Campuran ini dinilai efektif mengendalikan hama sekaligus mampu meningkatkan pH tanah yang semula asam menjadi lebih netral.
“Selain aman bagi lingkungan, Jerpur dapat menjadi solusi murah dan mudah dibuat, sehingga petani tidak terlalu bergantung pada pestisida sintetis,” jelas Nudin.
Dorong Petani Mulai Beralih ke Praktik Ramah Lingkungan
Nudin juga mengajak petani untuk memanfaatkan musuh alami, melakukan rotasi tanam, serta mengurangi penggunaan pestisida kimia demi menjaga kesehatan lahan dalam jangka panjang.
Ia berharap, melalui sosialisasi ini para petani di Desa Sungai Tuan Ilir dan sekitarnya mulai menerapkan teknik-teknik budidaya berkelanjutan.
Termasuk membuat pestisida nabati sendiri, sehingga pertanian daerah bisa tetap produktif sekaligus menjaga lingkungan bagi generasi mendatang.






