DPRD Banjar Tegaskan Dukungan Raperda UMKM, Ali Syahbana: Pasar Kredit Masih Belum Berpihak

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026 - 22:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Martapura, matarakyat.co.id – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Banjar, Ali Syahbana, menegaskan komitmen legislatif dalam mendukung pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi serta Usaha Mikro.

Regulasi tersebut dinilai krusial sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan di tengah ketimpangan pertumbuhan kredit nasional, Jumat (23/1/2026).

Ali mengungkapkan, meski data nasional menunjukkan pertumbuhan positif uang beredar (M2) sebesar 9,6 persen secara tahunan per Desember 2025, yang ditopang ekspansi kredit perbankan mencapai Rp8.448,1 triliun atau tumbuh 9,3 persen, kondisi tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh pelaku UMKM.

Menurutnya, pertumbuhan kredit masih didominasi sektor korporasi, sementara usaha mikro justru mengalami tekanan. Hal ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan yang harus segera direspons melalui kebijakan daerah.

“Kredit korporasi tumbuh hingga 14,6 persen, sementara UMKM justru mengalami kontraksi 0,3 persen. Ini menjadi sinyal kuat bahwa pasar belum bergerak seimbang dan UMKM membutuhkan intervensi kebijakan yang nyata,” ujar Ali.

Ia juga menyoroti perlambatan pertumbuhan simpanan masyarakat menengah ke bawah yang tercatat di bawah 4 persen, berbanding terbalik dengan lonjakan simpanan kelompok atas yang mencapai 22,76 persen. Kondisi tersebut, kata Ali, menjadi peringatan bagi pemerintah daerah agar tidak hanya bergantung pada kebijakan pusat.

Baca Juga :  Dukung Penuh, Pemkab Tanbu Terima Kunjungan Sosialisasi Cetak Sawah Rakyat

Ali menilai optimisme Presiden Prabowo Subianto terhadap prospek ekonomi nasional—dengan inflasi terkendali di kisaran 2 persen, defisit APBN di bawah 3 persen, serta dukungan lembaga internasional seperti IMF—harus dimanfaatkan daerah untuk memperkuat ekonomi berbasis mikro.

“Momentum nasional ini harus ditangkap oleh daerah. Raperda UMKM Banjar hadir sebagai instrumen agar pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan sampai ke pelaku usaha kecil,” katanya.

Dalam Raperda tersebut, lanjut Ali, diatur sejumlah skema konkret, antara lain penyediaan dana bergulir berbunga rendah, subsidi bunga kredit, penyederhanaan perizinan melalui OSS, hingga pembentukan klaster usaha dan inkubasi bisnis bagi koperasi dan UMKM. Kebijakan ini diharapkan mampu memperluas akses permodalan sekaligus meningkatkan efisiensi usaha.

Dari aspek pelindungan, Raperda juga memberikan eksklusivitas bidang usaha koperasi, khususnya simpan pinjam anggota, serta membuka ruang restrukturisasi kredit dan pemulihan usaha pada kondisi darurat. Selain itu, adanya kewajiban alokasi 30 persen ruang promosi bagi produk lokal diyakini dapat memperkuat rantai pasok dan konsumsi daerah.

Baca Juga :  Penandatanganan Nota Kesepakatan RPJMD 2025-2029, Bupati Bang Arul : Langkah Strategis Menuju Tanah Bumbu yang Maju, Makmur, dan Beradab

Ali menegaskan DPRD akan mengawal agar APBD Kabupaten Banjar benar-benar berpihak pada penguatan UMKM, termasuk melalui dana rotasi dan program pelatihan kewirausahaan berkelanjutan.

“Raperda ini dirancang untuk memaksimalkan multiplier effect dari konsumsi lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ucapnya.

Ia juga mendorong sinergi dengan program nasional Koperasi Merah Putih. Kabupaten Banjar, menurutnya, tercatat sebagai daerah tercepat di Kalimantan Selatan dengan 290 unit koperasi, serta menargetkan 800 gerai aktif pada Januari 2026.

Ke depan, Ali berharap Raperda tersebut mampu menjadikan Kabupaten Banjar sebagai model nasional pemberdayaan UMKM, termasuk melalui fasilitasi hak kekayaan intelektual, digitalisasi usaha, serta penguatan sektor agraris dan perikanan.

“Investasi pada sektor mikro bukan sekadar kebijakan ekonomi, tetapi jalan paling cepat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banjar secara luas,” pungkas Ali.

Berita Terkait

Ali Syahbana Institute Hadir di Banjar, Dorong Penguatan SDM Berbasis Praktik
DPRD Banjar Soroti Ketimpangan Gaji, Dorong Kenaikan Tunjangan Guru PPPK Paruh Waktu
Tanah Bumbu Canangkan Gerakan Pilah Sampah di Hari Jadi ke-23 dan Peringatan Hari Bumi 2026
DPRD Dorong Mappanre Ritasi’e Menuju Panggung Nasional
Alpiya Rakhman Gaungkan Semangat Persatuan dalam Sosialisasi Nilai Pancasila di Tanah Bumbu
Imigrasi Batulicin Resmikan Desa Binaan di Kersik Putih, Dorong Pencegahan TPPO
Rapat Koordinasi RKPD 2027, Bupati Andi Rudi Latif Pastikan Perencanaan Terintegrasi dan Tepat Sasaran
Ketua BK DPRD Tanah Bumbu Dorong SPBU Terapkan Pembayaran Non-Tunai

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 11:16 WITA

Ali Syahbana Institute Hadir di Banjar, Dorong Penguatan SDM Berbasis Praktik

Kamis, 30 April 2026 - 23:17 WITA

DPRD Banjar Soroti Ketimpangan Gaji, Dorong Kenaikan Tunjangan Guru PPPK Paruh Waktu

Senin, 27 April 2026 - 22:28 WITA

Tanah Bumbu Canangkan Gerakan Pilah Sampah di Hari Jadi ke-23 dan Peringatan Hari Bumi 2026

Senin, 27 April 2026 - 14:02 WITA

DPRD Dorong Mappanre Ritasi’e Menuju Panggung Nasional

Senin, 27 April 2026 - 13:51 WITA

Alpiya Rakhman Gaungkan Semangat Persatuan dalam Sosialisasi Nilai Pancasila di Tanah Bumbu

Sabtu, 25 April 2026 - 08:31 WITA

Imigrasi Batulicin Resmikan Desa Binaan di Kersik Putih, Dorong Pencegahan TPPO

Jumat, 24 April 2026 - 22:27 WITA

Rapat Koordinasi RKPD 2027, Bupati Andi Rudi Latif Pastikan Perencanaan Terintegrasi dan Tepat Sasaran

Kamis, 23 April 2026 - 13:55 WITA

Ketua BK DPRD Tanah Bumbu Dorong SPBU Terapkan Pembayaran Non-Tunai

Berita Terbaru

Polres Banjar

Polres Banjar Gelar Pasar Murah, Antusias Warga Membludak Sejak Pagi

Senin, 11 Mei 2026 - 11:18 WITA