Martapura, matarakyat.co.id – Saat sebagian anak muda seusianya menikmati masa kuliah tanpa banyak beban, Devina Steffi Cristiantoandi justru memilih jalan yang jauh lebih terjal.
Di usia 20 tahun, mahasiswi semester VI STIE Pancasetia Trikora Banjarbaru ini memikul tanggung jawab besar demi masa depannya sendiri, Jumat (9/1/2026).
Tak ada waktu untuk berpangku tangan. Di sela kesibukan kuliah, Devina berjuang membiayai pendidikannya dengan berjualan roti keliling.
Dari pasar ke pasar, dari gang sempit hingga sudut-sudut keramaian, ia melangkah dengan satu tujuan: tetap bisa melanjutkan kuliah.
Setiap akhir pekan, langkahnya hampir selalu berakhir di Pasar Martapura.
Dengan senyum sederhana, Devina menawarkan roti buatannya seharga Rp12 ribu per buah kepada siapa pun yang ia temui.
Hari-harinya terbagi tegas. Senin hingga Kamis ia duduk di bangku perkuliahan, sementara Jumat sampai Minggu ia menjelma menjadi pedagang keliling yang tak kenal lelah.
“Kalau libur kuliah, saya lebih pilih jualan. Daripada diam, bisa bantu biaya kuliah dan kebutuhan sendiri,” tuturnya pelan.
Warga Landasan Ulin, Banjarbaru, ini tak berjuang sendirian. Ia berjualan bersama sang ayah.
Setiap menuju Martapura, ayahnya mengantar terlebih dahulu sebelum keduanya berpencar ke lokasi masing-masing.
Tak jarang, Devina harus menumpang becak motor untuk mencapai titik-titik ramai pengunjung.
Setelah itu, ia melanjutkan langkahnya dengan berjalan kaki, menyusuri lorong pasar, berpindah dari satu lapak ke lapak lain, menawarkan roti dengan penuh harap.
Dalam sehari, hingga 100 roti bisa terjual. Bahkan, demi memperluas pasar dan menambah penghasilan, Devina tak ragu merantau sementara.
Tanjung di Kabupaten Tabalong hingga Pelaihari pernah ia datangi demi menjajakan dagangannya.
Lelah tentu tak terelakkan. Namun bagi Devina, kelelahan bukan alasan untuk menyerah.
Setiap langkah, setiap roti yang terjual, adalah bagian dari perjuangan panjang menuju masa depan yang ia impikan.
“Capek pasti ada, tapi ini semua untuk masa depan saya sendiri,” pungkasnya.






