Martapura, matarakyat.co.id – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pekauman Ulu, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, resmi meluncurkan wisata susur sungai sebagai destinasi baru yang memadukan wisata alam, budaya, dan religi.
Peresmian ditandai dengan pengoperasian dermaga wisata dan kapal yang akan melayani masyarakat maupun wisatawan.
Program ini diharapkan menjadi daya tarik baru bagi sektor pariwisata Kabupaten Banjar sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor jasa transportasi sungai, kuliner, hingga pelaku usaha mikro.
Saat ini tersedia dua rute wisata. Rute pertama menuju Rumah Adat Banjar di kawasan Telong Selong dengan tarif Rp10 ribu per orang.
Sementara rute kedua menuju wisata religi Kubah Datu Abulung dengan tarif Rp20 ribu per penumpang.
Kapal wisata beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WITA dengan kapasitas maksimal 30 penumpang dalam satu kali perjalanan.
Pembakal Desa Pekauman Ulu, Bima Dwi Satriya, mengatakan pengembangan wisata susur sungai berawal dari potensi besar yang dimiliki desa, terutama keberadaan sungai dan Rumah Adat Banjar yang dinilai layak menjadi destinasi wisata unggulan.
“Kami melihat potensi desa ini ada pada sungai dan Rumah Banjar. Potensi inilah yang ingin kami kembangkan agar bisa menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Tidak hanya Banjarmasin yang memiliki wisata susur sungai, Kabupaten Banjar juga harus punya karena kita memiliki sungai yang sangat potensial,” ujar Bima.
Menurut Bima, keberadaan wisata susur sungai diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat sekitar.
Tingginya antusiasme masyarakat bahkan mendorong pemerintah desa untuk segera menambah armada kapal.
“Insya Allah dalam satu bulan ke depan kami akan menambah satu unit kapal lagi. Kalau perkembangannya semakin pesat, tentu armada akan terus kami tambah,” katanya.
Ia menjelaskan, pada rute menuju Rumah Adat Banjar, wisatawan akan diantar menggunakan kapal dan dijemput kembali setelah selesai berkunjung.
Sedangkan rute lainnya menghubungkan dermaga dengan kawasan wisata religi Kubah Datu Abulung.
Selain pengembangan armada, pemerintah desa juga menaruh perhatian pada aspek keselamatan penumpang.
Seluruh kapal telah dilengkapi pelampung, sementara kerja sama dengan perusahaan asuransi tengah diproses untuk memberikan perlindungan tambahan bagi wisatawan.
“Untuk keamanan, kami sudah menyiapkan pelampung bagi seluruh penumpang. Saat ini kami juga sedang berproses menjalin kerja sama dengan pihak asuransi agar wisatawan semakin merasa aman dan nyaman,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Banjar, Fariz Adam Ramadhan, menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan wisata susur sungai yang digagas Pemerintah Desa Pekauman Ulu.
Menurutnya, program tersebut berpotensi menjadi penggerak ekonomi baru bagi masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini dilakukan peresmian dermaga di Desa Pekauman Ulu. Kami dari DPRD Kabupaten Banjar sangat mendukung program pemerintah desa, khususnya wisata kapal yang bertujuan menumbuhkan ekonomi masyarakat di sini,” ujar Fariz.
Ia menilai keberadaan dermaga wisata akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan destinasi wisata berbasis sungai di Kabupaten Banjar.
Fariz mengatakan pihaknya akan mendorong kolaborasi dengan pemerintah desa agar pengembangan wisata susur sungai dapat diperluas ke sejumlah lokasi, termasuk kawasan Rumah Adat Banjar.
“Harapannya dermaga ini memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Ke depan wisata susur sungai bisa berkembang ke beberapa titik, termasuk Rumah Adat Banjar. Kami akan berkolaborasi dengan pemerintah desa agar wisata ini semakin berkembang dan menjadi salah satu destinasi andalan Kabupaten Banjar,” pungkasnya.






