Martapura, matarakyat.co.id – Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar melakukan inspeksi mendadak ke Lapangan Tenis Al Basia, Martapura, Rabu (21/1/2026).
Untuk meninjau hasil renovasi yang baru saja diselesaikan oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar.
Proyek perbaikan fasilitas olahraga tersebut menelan anggaran sebesar Rp393 juta yang bersumber dari APBD Kabupaten Banjar Tahun Anggaran 2025.
Berdasarkan keterangan pada papan proyek, pekerjaan renovasi dinyatakan rampung pada 20 Desember 2025.

Namun, hasil peninjauan lapangan menunjukkan adanya sejumlah kekurangan. Komisi IV DPRD Banjar menilai kualitas pekerjaan belum mencerminkan besarnya anggaran yang telah dialokasikan.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar, Hj Anna Rosiana, menyampaikan kekecewaannya setelah melihat langsung kondisi lapangan tenis yang telah direnovasi tersebut.
Ia menyebut, masih ditemukan berbagai kerusakan yang seharusnya tidak muncul pada proyek yang baru selesai dikerjakan.
“Kami melihat langsung kondisi lapangan tenis yang direnovasi dengan anggaran ratusan juta rupiah. Namun kenyataannya, hasil pekerjaan di lapangan masih jauh dari harapan,” ungkapnya.
Menurutnya, sejumlah titik pada permukaan lapangan terlihat retak dan mulai mengelupas. Selain itu, beberapa bagian pembatas lapangan belum terpasang dengan baik, sehingga menimbulkan kesan pekerjaan belum tuntas.
Tak hanya lapangan utama, fasilitas pendukung juga menjadi perhatian. Kondisi toilet dinilai tidak layak digunakan, sementara musala yang berada di area lapangan juga mengalami kerusakan.
“WC tidak pantas digunakan, padahal lapangan ini sering dipakai untuk menerima tamu maupun pejabat. Musalanya juga rusak. Jadi secara keseluruhan, fasilitasnya belum siap sepenuhnya,” tegas Hj Anna.
Atas temuan tersebut, Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar berencana memanggil kontraktor pelaksana serta pihak Disbudporapar untuk dimintai penjelasan melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP).
“Kami akan meminta klarifikasi dari pihak terkait. Jika nanti ada pengajuan tambahan anggaran, tentu akan kami evaluasi secara ketat. Dengan kondisi saat ini, hasil pekerjaan belum bisa dikatakan layak,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan nilai anggaran mencapai Rp393 juta, hasil renovasi Lapangan Tenis Al Basia dinilai tidak sebanding dan patut dipertanyakan kesesuaiannya dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
“Dilihat dari hasil di lapangan, masih banyak kerusakan seperti retak dan mengelupas. Ini menimbulkan dugaan pekerjaan tidak sesuai RAB dan seolah belum benar-benar selesai,” pungkasnya.






