Martapura, matarakyat.co.id – Perjuangan panjang, latihan keras, dan disiplin tinggi akhirnya berbuah manis.
Siti Nur Adlina, pelajar MA Hidayatullah asal Kabupaten Banjar, mendapat hadiah umrah setelah sukses mengharumkan nama Kalimantan Selatan di panggung nasional sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Nasional 2026.
Penghargaan istimewa itu diserahkan langsung Bupati Banjar H Saidi Mansyur didampingi Sekda Banjar H Yudi Andrea di Mahligai Sultan Adam, Martapura, Senin (24/8/2026).
Tak sekadar piagam atau ucapan selamat, Pemerintah Kabupaten Banjar memberikan paket perjalanan umrah sebagai bentuk apresiasi atas prestasi Adlina yang telah membawa nama daerah hingga ke tingkat nasional.
Siti Nur Adlina dipercaya menjadi bagian dari Pasukan 17 pada upacara penurunan bendera Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, 17 Agustus 2026.
Bagi Bupati Saidi Mansyur, pencapaian tersebut bukanlah hasil yang datang secara tiba-tiba.
Prestasi itu lahir dari perpaduan kerja keras, kedisiplinan, ketekunan serta dukungan keluarga, sekolah, pelatih dan berbagai pihak yang ikut membentuk Adlina hingga mampu menembus seleksi Paskibraka nasional.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Banjar, kami menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Siti Nur Adlina. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi daerah dan mudah-mudahan dapat menginspirasi anak-anak muda lainnya untuk terus berprestasi,” kata Saidi Mansyur.
Menurutnya, hadiah umrah tersebut bukan semata-mata bentuk penghargaan, tetapi juga menjadi motivasi agar generasi muda Banjar berani bermimpi dan bekerja keras untuk mewujudkannya.
“Semoga hadiah umrah ini dapat menjadi keberkahan bagi Siti Nur Adlina dan keluarga. Kami berharap kesempatan ini juga dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya bahwa kerja keras, disiplin dan kesungguhan akan menghasilkan prestasi,” ujarnya.
Saidi juga berpesan agar Adlina tidak berhenti pada pencapaian sebagai Paskibraka nasional. Ia meminta Adlina tetap rendah hati, menjaga nama baik daerah dan terus meningkatkan kemampuan serta pendidikan.
“Jadikan pengalaman Paskibraka nasional sebagai bekal untuk terus melangkah dan menjadi generasi muda yang tangguh, berkarakter, berprestasi dan memiliki kepedulian terhadap daerah,” tambahnya.
Dari Latihan Ketat Menuju Istana Merdeka
Di balik keberhasilan tersebut, terdapat proses panjang yang harus dilalui Adlina. Ia harus menjalani karantina dan latihan intensif yang menuntut fisik, mental, kedisiplinan serta tanggung jawab tinggi.
Siswi kelas XI MA Hidayatullah itu mengaku pengalaman menjadi Paskibraka nasional menjadi salah satu perjalanan paling berharga dalam hidupnya.
“Pengalamannya sangat baik. Saya merasa senang dan bangga bisa membawa nama baik Provinsi Kalimantan Selatan di tingkat pusat. Selama karantina dan pelatihan, kami diajarkan untuk lebih mandiri, disiplin dan bertanggung jawab,” ungkap Adlina.
Rasa haru Adlina semakin lengkap setelah dirinya menerima penghargaan langsung dari Bupati Banjar. Hadiah umrah yang diterimanya menjadi kejutan sekaligus penghargaan atas perjuangan yang telah dilaluinya.
Namun, langkah Adlina belum berhenti. Ia telah menyiapkan cita-cita lebih besar, yakni melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Kepada teman-temannya, ia berpesan agar tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita.
“Pesan saya untuk teman-teman, khususnya di MA Hidayatullah dan Kalimantan Selatan, teruslah berusaha dan jangan pernah putus asa. Kejar mimpi kalian dan jangan takut untuk mencoba,” tuturnya.
Prestasi Siti Nur Adlina kini menjadi kebanggaan Kabupaten Banjar. Dari lapangan latihan hingga berdiri di hadapan Merah Putih di Istana Merdeka, perjuangannya menjadi bukti bahwa kerja keras dan disiplin dapat membawa seorang pelajar melangkah jauh, bahkan hingga panggung nasional.






