Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,matarakyat.co.id – Aula Ditjen Imigrasi tidak seperti biasanya. Tak ada derap langkah tamu, tak ada tumpukan berkas. Yang ada hanya layar-layar yang menyala dari Sabang sampai Merauke, dan satu suara yang memecah hening, pada Selasa (09/06/2026).

Hendarsam Marantoko, Direktur Jenderal Imigrasi, berdiri di podium. Di hadapannya: seluruh petugas Imigrasi se-Indonesia dan para Atase Imigrasi di Perwakilan RI. Hadir lewat udara, tapi hadir juga dalam batin. Karena yang dibahas hari itu bukan target paspor, tapi luka kepercayaan.

“Kita serahkan sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan kepada aparat penegak hukum. Mulai minggu ini, saya minta semua jajaran kembali fokus pada tugas, fungsi, dan program yang sudah dicanangkan. Pelayanan kepada masyarakat harus berjalan optimal,” ujarnya.

Kalimatnya pendek. Tapi berat, seperti orang yang baru selesai menangis lalu memilih bangkit.

Baca Juga :  DPRD Tanah Bumbu Gelar Paripurna Bahas Dua Raperda Strategis

Hendarsam tak menutup mata. Ia menyebut krisis kali ini sebagai “pukulan terbesar bagi organisasi”. Tapi ia menolak menjadikan luka itu kuburan. Ia ingin menjadikannya cermin.

“Zaman sudah berubah, dan tuntutan masyarakat saat ini telah berubah. Tidak ada hak istimewa bagi siapapun untuk melakukan pelanggaran,”tegasnya. Tegas, tanpa nada tinggi. Karena wibawa tak perlu berteriak.

Ia tahu, petugas Imigrasi bersentuhan langsung dengan rasa takut, harap, dan lelahnya manusia di balik loket. Karena itu rentan. Rentan disalahpahami, rentan tergoda, rentan dikritik. Maka jawabannya bukan membentengi diri, tapi menguatkan mental. Merespons keluhan cepat. Bekerja transparan. Seperti kaca, bukan tembok.

“Imigrasi untuk Rakyat” Bukan Slogan
Hendarsam mengakui: SDM Imigrasi unggul. Tapi kapasitas tanpa integritas ibarat kapal besar tanpa kompas. Akan berlayar, tapi entah ke mana.

Baca Juga :  KH Fakhruddin Nur Kuala Tungkal Jambi Berikan Ceramah Agama di Majelis Lailatul Jumat Tanah Bumbu

Karena itu ia menggarisbawahi satu hal: pangkas jarak. Jarak antara seragam dan rakyat. Jarak antara prosedur dan rasa manusiawi. Segala kecemburuan sosial, segala persepsi miring, katanya, harus dijawab bukan dengan konferensi pers, tapi dengan perubahan sikap yang bisa dirasakan di konter pelayanan.

“Gagasan ‘Imigrasi untuk Rakyat’ lahir karena kita harus mendekatkan diri dan menghilangkan jarak dengan masyarakat. Fokus kita sekarang adalah membuktikan komitmen itu, merebut kembali kepercayaan publik, dan memastikan bahwa setiap kerja Imigrasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” pungkasnya.

Hari itu, aula itu menjadi ruang refleksi. Seragam dilepas sebentar, nurani dipakai penuh. Karena ternyata, menjaga gerbang negara bukan cuma soal stempel di paspor. Tapi soal menjaga marwah di mata rakyat.

Kini tugasnya jatuh ke bahu tiap petugas: membuktikan, bukan berjanji lagi.

Berita Terkait

Stiker ‘Kaisar Group’ Hilang dari Badan Mobil Tangki Penabrak Rombongan Mahasiswa KKN
Pertamina Sampaikan Duka Cita dan Pastikan Mobil Tangki Bukan Armada Terdaftar
Kecelakaan di Jalan Bypass, Enam Mahasiswa KKN dan Satu Sopir Truk Meninggal Dunia
Duel Maut Mobil Tangki vs Pikap Mahasiswa KKN, 6 Diduga Meninggal Dunia
Polres Tanah Bumbu Gelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla, Kapolres: Tindakan Tegas bagi Pembakar Lahan Ilegal
Kasat Polairud Polres Tanbu Ajak Jaga Sungai dan Laut Bumi Bersujud
1,5 Kilometer Perpisahan, Dari Pedang Pora Hingga Rasa Pentol Paman Jhon
Sholawat Mengantar Tongkat Komando, Karpet Merah Menyambut Nahkoda Baru Polres Tanah Bumbu

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:06 WITA

Stiker ‘Kaisar Group’ Hilang dari Badan Mobil Tangki Penabrak Rombongan Mahasiswa KKN

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:10 WITA

Pertamina Sampaikan Duka Cita dan Pastikan Mobil Tangki Bukan Armada Terdaftar

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:29 WITA

Kecelakaan di Jalan Bypass, Enam Mahasiswa KKN dan Satu Sopir Truk Meninggal Dunia

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:08 WITA

Duel Maut Mobil Tangki vs Pikap Mahasiswa KKN, 6 Diduga Meninggal Dunia

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:57 WITA

Polres Tanah Bumbu Gelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla, Kapolres: Tindakan Tegas bagi Pembakar Lahan Ilegal

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:22 WITA

Kasat Polairud Polres Tanbu Ajak Jaga Sungai dan Laut Bumi Bersujud

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:00 WITA

1,5 Kilometer Perpisahan, Dari Pedang Pora Hingga Rasa Pentol Paman Jhon

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:00 WITA

Sholawat Mengantar Tongkat Komando, Karpet Merah Menyambut Nahkoda Baru Polres Tanah Bumbu

Berita Terbaru