Martapura, matarakyat.co.id – Dampak dinamika ekonomi global mulai dirasakan di daerah, terutama pada kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Banjar bersama DPRD mengambil langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Upaya ini dibahas dalam rapat koordinasi yang melibatkan unsur pemerintah daerah, di antaranya Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Bagian Ekonomi, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP), serta Perumda Pasar Bauntung Batuah.
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Banjar, M Ali Syahbana, menyoroti adanya kecenderungan kenaikan harga pada beberapa komoditas yang mulai dirasakan masyarakat.
Ia menegaskan, pemerintah daerah perlu bergerak cepat memantau kondisi pasar agar kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang terjangkau.
Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah berencana menggelar operasi pasar dan pasar murah dalam waktu dekat. Program tersebut diharapkan mampu menekan lonjakan harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan di pasaran.
Selain itu, pemerintah melalui instansi terkait tengah mempersiapkan teknis pelaksanaan, mulai dari penentuan lokasi hingga jadwal kegiatan, agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Banjar.
Ali Syahbana menambahkan, intervensi ini menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Operasi pasar akan difokuskan pada pengendalian harga di tingkat pedagang, sementara pasar murah memberikan akses langsung bagi masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Ia berharap, dengan ketersediaan stok yang cukup serta langkah intervensi yang tepat, kondisi ekonomi di Kabupaten Banjar tetap stabil dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik.






