Dari Lapas Menuju Sarjana, Sejarah Baru Pendidikan di Kalimantan

- Jurnalis

Jumat, 27 Februari 2026 - 09:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Martapura,matarakyat.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan mencatatkan langkah baru dalam pembinaan dengan menghadirkan program pendidikan Strata Satu (S1) di dalam lingkungan lapas.

Program tersebut terwujud melalui penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Universitas PGRI Kalimantan pada Kamis (26/2/2026).Kolaborasi ini menjadi terobosan di Kalimantan, karena untuk pertama kalinya perkuliahan jenjang sarjana dilaksanakan langsung di dalam lembaga pemasyarakatan.

Melalui program tersebut, warga binaan dapat menempuh pendidikan tinggi tanpa meninggalkan proses pembinaan yang sedang dijalani.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk komitmen pihaknya dalam memenuhi hak pendidikan bagi warga binaan.

“Program ini bukan hanya soal menghadirkan perkuliahan di dalam lapas, tetapi membuka peluang dan harapan baru bagi warga binaan. Kami ingin mereka memiliki bekal akademik yang memadai agar saat kembali ke masyarakat, mereka siap berkontribusi secara positif,” ujarnya.

Baca Juga :  Kalapas Karang Intan Dorong Kolaborasi untuk Wujudkan Zona Integritas Pemasyarakatan

Ia menjelaskan, pendidikan menjadi salah satu sarana efektif untuk membangun pola pikir yang lebih terbuka, produktif, dan berorientasi masa depan.

Menurutnya, pembinaan yang dibarengi dengan akses pendidikan tinggi diharapkan mampu memperkuat proses reintegrasi sosial.

Sementara itu, Rektor Universitas PGRI Kalimantan, Dr. Alimuddin A Djawad, M.Hum, menyebut program tersebut sebagai langkah bersejarah dalam dunia pendidikan di Kalimantan.

Ia mengatakan, belum pernah ada perguruan tinggi di wilayah ini yang menyelenggarakan perkuliahan langsung di dalam lapas.

Baca Juga :  Lapas Narkotika Karang Intan Buka Program Rehabilitasi Pemasyarakatan 2025

“Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena dapat menjadi perguruan tinggi pertama di Kalimantan yang menghadirkan pendidikan tinggi secara langsung di lingkungan lembaga pemasyarakatan,” katanya.

Ia menambahkan, pendidikan merupakan hak seluruh warga negara tanpa terkecuali.

Dengan adanya program S1 ini, diharapkan warga binaan memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensi, sekaligus membantu mengurangi stigma negatif setelah mereka menyelesaikan masa pidana.

Adapun pelaksanaan perkuliahan akan disesuaikan dengan kondisi dan tata tertib lapas, baik dari sisi jadwal, teknis pembelajaran, hingga sistem pengawasan akademik. Meski demikian, kurikulum tetap mengacu pada standar pendidikan tinggi nasional agar mutu lulusan tetap terjaga.

Berita Terkait

Kalapas Karang Intan Dorong Kolaborasi untuk Wujudkan Zona Integritas Pemasyarakatan
Lapas Narkotika Karang Intan Gelar Razia Blok Hunian, HP dan Benda Tajam Disita
11 Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Terima Remisi Khusus Natal 2024
Edi Mulyono, Lanjutkan Estafet Kepemimpinan Lapas Narkotika Karang Intan
Plt Dirjenpas Pimpin Panen Satu Ton Ikan Nila SAE Lapas Narkotika Karang Intan

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 09:46 WITA

Dari Lapas Menuju Sarjana, Sejarah Baru Pendidikan di Kalimantan

Selasa, 28 Oktober 2025 - 16:02 WITA

Kalapas Karang Intan Dorong Kolaborasi untuk Wujudkan Zona Integritas Pemasyarakatan

Rabu, 15 Oktober 2025 - 22:01 WITA

Lapas Narkotika Karang Intan Gelar Razia Blok Hunian, HP dan Benda Tajam Disita

Rabu, 25 Desember 2024 - 15:57 WITA

11 Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Terima Remisi Khusus Natal 2024

Selasa, 3 September 2024 - 18:33 WITA

Edi Mulyono, Lanjutkan Estafet Kepemimpinan Lapas Narkotika Karang Intan

Selasa, 4 Juni 2024 - 15:54 WITA

Plt Dirjenpas Pimpin Panen Satu Ton Ikan Nila SAE Lapas Narkotika Karang Intan

Berita Terbaru

Lapas Karang Intan

Dari Lapas Menuju Sarjana, Sejarah Baru Pendidikan di Kalimantan

Jumat, 27 Feb 2026 - 09:46 WITA

Advetorial RSUD Raza

Obat Amoxicillin Tak Lagi Bisa Dibeli Bebas, RSUD Raza Ingatkan Risiko Resistensi

Kamis, 26 Feb 2026 - 20:45 WITA