Batulicin, matarakyat.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Bumbu melakukan peninjauan lapangan terhadap proyek pembangunan Jembatan Kalimantan–Pulau Laut yang dinilai sebagai salah satu infrastruktur strategis daerah, Senin (05/01/2026).
Peninjauan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kesiapan serta progres awal pembangunan jembatan yang nantinya akan menjadi akses utama penghubung daratan Kalimantan dengan Pulau Laut. Proyek tersebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp600 miliar dan ditargetkan selesai pada tahun 2028.
Dalam kunjungan tersebut, DPRD menerima pemaparan teknis dari pihak pelaksana terkait tahapan pekerjaan yang sedang berjalan, mulai dari persiapan lahan, perencanaan struktur, hingga pengamanan kawasan pembangunan.
Anggota DPRD Tanah Bumbu menekankan pentingnya pengawasan terhadap proyek jangka panjang ini agar pelaksanaannya berjalan sesuai perencanaan dan tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.
“Jembatan ini memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, kami berharap seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan dengan cermat dan transparan,” ujar salah satu anggota DPRD.
Keberadaan jembatan penghubung Kalimantan–Pulau Laut diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta membuka akses ekonomi baru di wilayah pesisir dan kepulauan.
DPRD Tanah Bumbu menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan dan memberikan dukungan kebijakan agar proyek infrastruktur strategis tersebut dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat ketika telah beroperasi nantinya.






