Banjarbaru, matarakyat.co.id — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Selatan menyampaikan apresiasi atas kunjungan Prabowo Subianto ke Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (13/1/2026).
Meski kunjungan tersebut tidak berkaitan langsung dengan agenda organisasi, kehadiran Presiden dinilai membawa semangat tersendiri bagi kalangan petani di daerah.
Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Selatan, Alin Wijaya, mengatakan pihaknya tetap menghargai kehadiran Presiden RI di Kalsel.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi perhatian khusus bagi petani, meskipun bukan dalam rangka kegiatan Tani Merdeka.
“Atas nama DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Selatan, kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Presiden. Walaupun itu bukan agenda beliau maupun agenda kami, tetapi tetap kami hargai dan apresiasi,” ujar Alin saat ditemui di Banjarbaru, Selasa pagi.
Alin mengungkapkan, dalam pertemuan sebelumnya di kantor pusat Tani Merdeka di Jakarta, Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia telah menyampaikan harapan agar Presiden Prabowo berkenan hadir pada kegiatan panen raya di Kalimantan Selatan, khususnya di Kabupaten Barito Kuala.
Ia berharap Presiden dapat meluangkan waktu untuk menyapa langsung para petani di daerah sentra produksi pangan tersebut.
“Mudah-mudahan beliau sebagai Presiden Republik Indonesia sekaligus Ketua Dewan Penasihat Tani Merdeka bisa berkenan hadir saat panen raya nanti,” katanya.
Lebih lanjut, Alin menjelaskan bahwa panen raya di Barito Kuala diperkirakan akan berlangsung pada Juni atau Juli 2026.
Namun, kepastian waktu pelaksanaan masih menunggu hasil koordinasi lanjutan dengan pengurus DPD Tani Merdeka setempat.
Secara tidak langsung, Alin juga menyampaikan bahwa wilayah Barito Kuala, khususnya kawasan Hancir yang dikenal memiliki hamparan persawahan luas, saat ini berada dalam kondisi relatif aman dan produktif.
Ia memastikan bahwa hingga kini tidak ada laporan banjir yang mengganggu aktivitas pertanian di wilayah tersebut.
Bahkan, sebagian petani sudah memasuki masa panen lebih dari satu kali.
“Alhamdulillah, di Barito Kuala tidak ada laporan banjir. Kondisinya aman. Ada petani yang sudah panen satu kali, bahkan ada yang dua sampai tiga kali. Panen besarnya diperkirakan sekitar bulan Juli,” beber Alin.
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Selatan menyampaikan apresiasi atas kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (13/1/2026).
Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Kalsel, Alin Wijaya, mengatakan kehadiran Presiden di daerah tetap memberikan dorongan moril bagi para petani, meskipun agenda kunjungan tersebut tidak secara khusus berkaitan dengan kegiatan organisasi Tani Merdeka.
“Atas nama DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Selatan, kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan Presiden. Walaupun kunjungan tersebut bukan agenda kami, namun tetap menjadi penyemangat bagi petani,” ujar Alin kepada wartawan di Banjarbaru, Selasa pagi.
Alin mengungkapkan, dalam pertemuan sebelumnya di kantor pusat Tani Merdeka di Jakarta, Ketua Umum organisasi telah menyampaikan harapan agar Presiden Prabowo dapat meluangkan waktu untuk hadir pada kegiatan panen raya di Kalimantan Selatan, khususnya di Kabupaten Barito Kuala (Batola).
Ia berharap Presiden Prabowo, selain sebagai Kepala Negara, juga sebagai Ketua Dewan Penasihat Tani Merdeka, berkenan hadir secara langsung untuk menyapa petani pada momentum panen raya tersebut.
“Harapannya, beliau bisa hadir saat panen raya nanti. Kehadiran Presiden tentu akan menjadi kebanggaan dan motivasi besar bagi petani,” katanya.
Menurut Alin, panen raya di wilayah Barito Kuala diperkirakan berlangsung pada Juni atau Juli 2026.
Namun demikian, kepastian waktu masih menunggu hasil koordinasi lanjutan dengan DPD Tani Merdeka Batola. Salah satu wilayah dengan areal persawahan terluas berada di kawasan Hancir, yang selama ini dikenal sebagai sentra produksi pangan di Kalimantan Selatan.
Terkait kondisi pertanian, Alin memastikan bahwa hingga saat ini wilayah Barito Kuala relatif aman dari ancaman banjir.
“Alhamdulillah, tidak ada laporan banjir di Batola. Bahkan sudah ada petani yang panen satu hingga tiga kali. Untuk panen besar diperkirakan berlangsung sekitar bulan Juli,” pungkasnya.






