Martapura, matarakyat.co.id – Pemerintah Kabupaten Banjar menutup rangkaian kegiatan Pasar Murah Ramadan 1447 Hijriah yang telah digelar di seluruh kecamatan.
Penutupan kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Banjar, Martapura, Rabu (11/3/2026) pagi.
Program yang digagas Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Banjar ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga menjelang Hari Raya Idulfitri.
Sebelumnya, pasar murah telah digelar di 19 kecamatan sejak awal Ramadan dengan menyalurkan sekitar 3.800 paket sembako kepada masyarakat.
Pada kegiatan penutup di Martapura, pemerintah daerah kembali menyediakan 1.000 paket tambahan.
Penutupan pasar murah secara simbolis dilakukan oleh Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi dengan menggunting untaian bunga melati, disaksikan masyarakat serta pelaku usaha yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Habib Idrus mengatakan pasar murah merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah dalam merespons potensi kenaikan harga bahan pokok yang biasanya terjadi menjelang Ramadan dan Idulfitri.
“Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk menekan lonjakan harga akibat meningkatnya permintaan. Pemerintah memberikan subsidi agar masyarakat tetap bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan pasar murah juga memberikan dampak positif bagi perputaran ekonomi masyarakat karena melibatkan pelaku usaha lokal.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya membantu masyarakat sebagai konsumen, tetapi juga memberi ruang bagi pelaku UMKM, distributor, hingga agen lokal untuk ikut bergerak dalam aktivitas ekonomi.
Habib Idrus berharap program pasar murah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai salah satu strategi pengendalian inflasi daerah serta menjaga ketersediaan bahan pokok hingga menjelang Idulfitri.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala DKUMPP Kabupaten Banjar Linda Yuniati menjelaskan bahwa setiap paket sembako dalam kegiatan ini mendapat subsidi sebesar Rp20.000 dari pemerintah daerah.
Paket tersebut berisi minyak goreng, tepung terigu, gula pasir, dan susu yang dijual kepada masyarakat dengan harga Rp38.000 per paket.
Selain paket sembako, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan juga menyediakan beras lokal bersubsidi. Dalam kegiatan ini turut dijual ikan patin seharga Rp22.000 per kilogram dan ikan nila Rp32.000 per kilogram.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah melibatkan berbagai pihak, mulai dari pelaku UMKM, distributor hingga agen lokal guna memperkuat ekosistem ekonomi daerah.
Pemkab Banjar berharap sinergi tersebut dapat terus diperkuat sehingga program intervensi pasar seperti pasar murah mampu menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.






