Martapura, matarakyat.co.id – Suasana religius dan penuh kebersamaan mewarnai peringatan malam Nuzulul Quran di Mushola Abu Yazid Busthami, yang berlokasi di Jalan Irigasi Jingah, Desa Habang Ilir RT 03 RW 01, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Pada malam 17 Ramadhan tersebut, pengurus mushola menggelar serangkaian kegiatan keagamaan yang melibatkan ratusan jamaah serta lebih dari 100 anak yatim piatu dari Panti Asuhan Raudhatun Nasyiin Banjarbaru, Kamis malam.
Sejak menjelang waktu berbuka puasa, para jamaah mulai berdatangan dan memenuhi pendopo mushola untuk mengikuti kegiatan buka puasa bersama yang rutin dilaksanakan setiap tahun pada malam Nuzulul Quran.
Rangkaian acara diawali dengan khataman atau batamat Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan kajian serta ceramah agama yang membahas makna turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam. Kebersamaan semakin terasa ketika seluruh jamaah duduk bersama menikmati hidangan berbuka puasa yang telah disiapkan oleh panitia.
Ketua panitia kegiatan, HM Syauqi Arsyad, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada masyarakat, para donatur, serta anak-anak yatim yang telah hadir dalam kegiatan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat, para relawan, dan terutama anak-anak yang hadir malam ini. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya setelah kegiatan berlangsung.
Menurut Guru Syauqi, peringatan malam Nuzulul Quran di Mushola Abu Yazid Busthami telah menjadi agenda rutin yang diselenggarakan setiap tahun.
“Alhamdulillah, setiap malam 17 Ramadhan kami selalu mengadakan khataman Al-Qur’an, kajian agama, serta buka puasa bersama. Kegiatan ini menjadi bentuk rasa syukur sekaligus mempererat silaturahmi antara jamaah, masyarakat, dan anak-anak yatim,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan buka puasa bersama di mushola tersebut tidak hanya dilaksanakan pada malam Nuzulul Quran, tetapi juga digelar setiap hari selama bulan Ramadhan.
“Untuk buka puasa bersama, insyaAllah kami laksanakan setiap hari sepanjang Ramadhan di mushola ini. Semoga menjadi ladang amal dan tempat berkumpulnya orang-orang yang mencintai kebaikan,” tuturnya.
Di akhir kegiatan, Guru Syauqi berharap tradisi tersebut dapat terus dilanjutkan sebagai sarana mempererat ukhuwah serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Semoga Allah selalu mempertemukan kita dengan orang-orang yang saleh dan salehah, serta menjadikan tempat ini sebagai majelis yang penuh rahmat dan keberkahan,” pungkasnya.
Setelah berbuka puasa bersama, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan salat tarawih berjamaah yang semakin menambah kekhusyukan malam Nuzulul Quran di Mushola Abu Yazid Busthami.






