Martapura, matarakyat.co.id – Satuan Lalu Lintas Polres Banjar terus mengintensifkan penindakan selama Operasi Zebra 2025 yang berlangsung sejak 17 November hingga 30 November mendatang. Pada operasi tahun ini.
Penegakan hukum diprioritaskan melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau kamera tilang elektronik.
Pelaksana Harian Kasat Lantas Polres Banjar, Iptu Tri Widodo Setiawan, yang juga sebagai Kaur Bin Ops (KBO), mengungkapkan bahwa fokus utama operasi tahun ini adalah penindakan berbasis ETLE, sementara penindakan manual dilakukan sangat terbatas.
“Pada Operasi Zebra tahun 2025 ini, yang kami utamakan adalah penindakan melalui ETLE. Untuk pelanggaran yang ditindak secara manual porsinya hanya sekitar 5 persen,” jelasnya.
Hingga hari ke-12 pelaksanaan operasi, tercatat 695 pelanggaran berhasil terdeteksi melalui ETLE.
Baik dari kamera statis di Simpang 4 Sekumpul maupun melalui ETLE mobile yang dioperasikan petugas di lapangan.
“ETLE mobile kami gunakan untuk mendeteksi pengendara yang menggunakan ponsel saat berkendara. Kalau hanya mengandalkan satu titik kamera, masyarakat masih bisa menghindar,” tambahnya.
Selain penindakan, Satlantas Polres Banjar juga telah memberikan 130 teguran simpatik kepada masyarakat.
Teguran tersebut dilakukan secara humanis sesuai arahan pimpinan.
“Meski memberikan sanksi, kami tetap mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, untuk tilang manual, petugas mencatat 9 penindakan hingga hari ke-12 operasi.
Tilang manual ini difokuskan pada pelanggaran yang berpotensi menyebabkan fatalitas, terutama pelanggaran melawan arus.
“Pelanggaran manual rata-rata dilakukan oleh pengendara yang melawan arus. Ini sangat berbahaya dan bisa mengakibatkan kecelakaan fatal,” ungkapnya.
Sejumlah titik rawan pelanggaran melawan arus berada di wilayah padat aktivitas masyarakat, di antaranya:
Arah Pasar Batuah menuju Martapura, tepatnya di Jalan A Yani, didepan kawasan Masjid Al-Karomah hi
Simpang 3 Jalan Pendidikan, dari arah U-trun Dekranasda menuju kawasan Pendidikan dan Al-Jihad.
“Banyak pengendara memilih melawan arus karena enggan mengikuti jalur putar balik resmi, sehingga tindakan tegas tetap dilakukan untuk mencegah kecelakaan,” ungkapnya.
Operasi Zebra 2025 masih akan berlangsung hingga akhir November, dengan tujuan meningkatkan disiplin berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan di Kabupaten Banjar.






