Batulicin, matarakyat.co.id – Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, Abdul Rahim, mengajak pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayahnya untuk segera melakukan digitalisasi layanan, khususnya penerapan sistem pembayaran non-tunai.
Langkah ini dinilai merupakan perubahan perilaku transaksi masyarakat yang kini semakin mengarah pada sistem digital.
Minimnya fasilitas pembayaran nontunai di SPBU disebut tidak sejalan dengan perkembangan ekonomi digital di tingkat ritel modern hingga pedagang kaki lima.
Dorongan tersebut disampaikan Abdul Rahim di sela-sela Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, Kamis (23/4/2026).
“Di minimarket, bahkan penjual pentol keliling saja sekarang sudah menggunakan QRIS. Ini menunjukkan bahwa layanan non-tunai sudah menjadi kebutuhan umum. Sudah saatnya SPBU di Tanah Bumbu melakukan adaptasi serupa,” ujar Abdul Rahim kepada awak media.
Menurut Abdul Rahim, penerapan sistem pembayaran digital di SPBU bukan sekadar inovasi, melainkan bagian dari standar pelayanan publik modern yang wajib dipenuhi. Ia menyoroti fenomena di lapangan di mana konsumen kerap kesulitan saat tidak membawa uang tunai.
Politisi ini membandingkan kondisi di Tanah Bumbu dengan daerah lain di Kalimantan Selatan, seperti Banjarmasin dan Banjarbaru, yang menurutnya sudah lebih dulu menerapkan digitalisasi transaksi di SPBU.
“Setiap kali saya mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina di Banjarmasin atau Banjarbaru, transaksi sudah bisa dilakukan secara non-tunai. Di Tanah Bumbu, layanan ini seharusnya sudah bisa dihadirkan agar masyarakat lebih nyaman,” tegasnya.
Lebih jauh, Abdul Rahim menilai bahwa digitalisasi layanan publik adalah sebuah keniscayaan. Jika pengelola SPBU tidak segera beradaptasi, ia khawatir layanan tersebut akan tertinggal oleh ekspektasi publik yang kini mengutamakan kepraktisan dan kecepatan.
“Ini bukan sekadar mengikuti tren, tetapi menyesuaikan layanan dengan kebutuhan masyarakat hari ini. Kami berharap pengelola SPBU dapat segera mengambil langkah konkret. Digitalisasi akan meningkatkan efisiensi layanan sekaligus meminimalisir kendala transaksi di lapangan,” pungkasnya.






