Martapura, matarakyat.co.id – Seorang pria berinisial MR (20) ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah rumah di Komplek Pangeran Antasari, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 14.00 WITA.
Korban diketahui merupakan seorang pelajar atau mahasiswa yang berdomisili di Jalan Kaca Piring RT 009/RW 005, Baruh Jaya, Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Peristiwa ini bermula saat orang tua korban meminta seorang saksi, Ratu Rimayanti, untuk mengecek kondisi korban di rumah.
Saksi kemudian melihat korban melalui jendela sambil melakukan panggilan video dengan orang tua korban. Saat itu, korban tampak dalam posisi tertidur.
Namun, sekitar pukul 15.00 WITA, orang tua korban kembali meminta saksi untuk membangunkan anaknya.
Saksi pun mendatangi rumah korban dan mencoba mengetuk jendela, tetapi tidak mendapat respons.
Atas arahan orang tua korban, pintu rumah kemudian didobrak bersama tiga orang lainnya.
Setelah pintu terbuka, korban ditemukan dalam kondisi tidak bergerak dengan tubuh yang sudah kaku.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke SPKT Polres Banjar.
Kapolres Banjar, AKBP Dr. Fadli melalui, Plt Kasi Humas Polres Banjar, Iptu M. Rifani, mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti laporan dengan mendatangi lokasi bersama Unit Inafis dan Piket Samapta.
“Benar, kami menerima laporan adanya seorang laki-laki yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumah di wilayah Martapura. Anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan,” ujar Rifani.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Selain itu, korban diperkirakan telah meninggal dunia beberapa jam sebelum ditemukan.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Diperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar 2 hingga 8 jam sebelum ditemukan,” jelasnya.
Pemeriksaan lanjutan dilakukan di kamar jenazah RSUD Ratu Zalecha Martapura oleh dokter forensik.
Namun, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi.
Rifani menambahkan, pihak kepolisian tetap menjalankan prosedur untuk memastikan penyebab kematian korban.
Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak berwajib jika menemukan kejadian serupa di lingkungan sekitar.






