Jejak Kronologi Kasus Redho, Dari Cekcok hingga Meninggal di Sungai

- Jurnalis

Jumat, 25 Juli 2025 - 14:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Martapura, matarakyat.co.id – Kasus penganiayaan yang menewaskan Muhammad Redho (34), warga Kelurahan Cempaka, Banjarbaru, akhirnya terungkap.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalimantan Selatan memastikan korban bukan tenggelam secara alami, melainkan akibat pengeroyokan yang dilakukan enam pelaku.

Jasad Redho ditemukan mengambang di Sungai Kitano, Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Senin (21/7/2025) pagi.

Dalam konferensi pers di Mapolda Kalsel, Jumat (25/7/2025), Direktur Reskrimum Kombes Pol Frido Situmorang menyatakan pihaknya telah mengamankan enam tersangka berinisial KI, AHL, MF, GT, MI, dan DG, yang semuanya merupakan warga Martapura.

Direktur Reskrimum Polda Kalsel ,Kombes Pol Frido Situmorang mengatakan, peristiwa bermula pada Sabtu (19/7/2025) malam sekitar pukul 22.30 WITA.

Baca Juga :  Ketua DPD PAN Banjarbaru, Sebut Lisa Halaby Bukan Sosok Sembarangan

“Korban datang ke Desa Mekar, Martapura Timur, dengan mengendarai Yamaha Mio Soul dan membawa peralatan pancing,” katanya.

Saat hendak memancing, lanjut Frido kail pancingnya tersangkut di baju sendiri. Redho meminta bantuan warga.

“Salah satu pelaku mencoba membantu, namun karena tak berhasil, senar akhirnya diputus menggunakan rokok dan korban tidak jadi memancing,” ujar Kombes Pol Frido.

Tidak lama kemudian, Redho kehilangan kunci motor dan ponselnya. Kesal, ia melontarkan kata-kata kasar hingga membuat pelaku DG tersinggung. DG kemudian memukul wajah Redho, disusul pengeroyokan oleh pelaku lain menggunakan tangan kosong.

“Dalam keributan tersebut, MF sempat bergulat dengan korban. Sementara itu, MI yang mencoba menikam Redho malah melukai tangannya sendiri karena terhalang. Setelah situasi agak reda, korban didorong hingga terjatuh ke bantaran sungai,” ungkapnya.

Baca Juga :  Satgas Pangan Polda Kalsel Grebek Pasar: Sidak Minyakita Demi Lindungi Konsumen

“Korban sempat diminta naik ke darat, tapi justru berenang ke tengah sungai. Di tengah arus ia berpegangan pada tiang jembatan, namun kemudian tenggelam dan terseret arus,” sambung Kombes Pol Frido.

Usai kejadian, lanjutnya para pelaku meninggalkan lokasi. Hasil penyelidikan memastikan korban mengalami luka akibat kekerasan benda tumpul sebelum tenggelam.

“Keenam pelaku kini ditahan dan dijerat Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian, serta Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan,” tutupnya.

Berita Terkait

PT RAM Libas Sejahtera 3:0 di Semifinal Kapolres Tanah Bumbu Cup 2026, Bertabur Bintang Proliga
Ketua DPRD Tanah Bumbu Andrean Atma Maulani Hadiri Laga Kapolres CUP 2026 di Lapangan Tathya Dharaka Polres Tanbu
Di Bawah Lampu Tathya, Jual Beli Asa Bernama Voli
Bulu Tangkis Menyambung Silahturahmi, Bhayangkara Menyatukan Langkah
Polresta Banjarmasin Amankan Aksi Unjuk Rasa HMI Kalsel di DPRD Provinsi Kalsel
Nobar Piala Dunia, Polres Banjar Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Tujuh Bulan Tanpa Tersangka, Keluarga Korban Dugaan Pengeroyokan Anak di Martapura Desak Kepastian Hukum
Kasus Pelecehan Santriwati di Sungai Sipai Belum Terungkap, Polisi Kekurangan Bukti

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 07:10 WITA

PT RAM Libas Sejahtera 3:0 di Semifinal Kapolres Tanah Bumbu Cup 2026, Bertabur Bintang Proliga

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:14 WITA

Ketua DPRD Tanah Bumbu Andrean Atma Maulani Hadiri Laga Kapolres CUP 2026 di Lapangan Tathya Dharaka Polres Tanbu

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:11 WITA

Di Bawah Lampu Tathya, Jual Beli Asa Bernama Voli

Senin, 22 Juni 2026 - 06:45 WITA

Bulu Tangkis Menyambung Silahturahmi, Bhayangkara Menyatukan Langkah

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:24 WITA

Polresta Banjarmasin Amankan Aksi Unjuk Rasa HMI Kalsel di DPRD Provinsi Kalsel

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:18 WITA

Nobar Piala Dunia, Polres Banjar Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:07 WITA

Tujuh Bulan Tanpa Tersangka, Keluarga Korban Dugaan Pengeroyokan Anak di Martapura Desak Kepastian Hukum

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:04 WITA

Kasus Pelecehan Santriwati di Sungai Sipai Belum Terungkap, Polisi Kekurangan Bukti

Berita Terbaru

oplus_0

Nasional

Di Bawah Lampu Tathya, Jual Beli Asa Bernama Voli

Kamis, 25 Jun 2026 - 08:11 WITA