Martapura,matarakyat.co.id – Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang santriwati di kawasan Sungai Sipai, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, mendapat perhatian dari berbagai kalangan.
Pengamat sosial yang juga Anggota DPRD Banjar, Ali Syahbana, meminta aparat kepolisian segera mengungkap dan menangkap pelaku agar tidak menimbulkan keresahan yang lebih luas di masyarakat.
Menurut Ali Syahbana, peristiwa yang menimpa korban menjadi pengingat bahwa keamanan ruang publik, khususnya bagi perempuan, masih menjadi perhatian serius yang harus ditangani bersama.
“Peristiwa ini menjadi pengingat serius mengenai pentingnya kehadiran ruang aman publik yang bebas dari segala bentuk ancaman dan rasa takut,” ujar Ali Syahbana, Selasa (2/6/2026).
Ia berharap aparat penegak hukum dapat bergerak cepat mengusut tuntas kasus tersebut, sekaligus meningkatkan pengawasan di sejumlah titik yang dinilai rawan terjadinya tindak kriminal maupun pelecehan seksual.
Ali menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan dan pelecehan seksual tidak dapat ditoleransi karena merupakan tindakan yang melanggar hukum serta hak asasi manusia.
Menurutnya, penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku menjadi langkah penting untuk memberikan efek jera sekaligus menjamin rasa aman masyarakat.
Selain itu, Ali juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan saling menjaga satu sama lain.
“Semua pihak perlu lebih proaktif menjaga lingkungan sekitar agar kasus serupa tidak kembali terjadi,” katanya.
Ia juga menyampaikan dukungan moral kepada korban dan keluarga yang terdampak.
Menurutnya, korban perlu mendapatkan pendampingan psikologis dan sosial yang memadai agar dapat pulih dari trauma yang dialami.
Kasus dugaan pelecehan seksual tersebut saat ini masih menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Banjar.
Warga berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap identitas pelaku dan mengambil langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku.






