Kakanwil Kalsel Resmikan Dapur SPPG dan Sederet Inovasi Keren di Lapas Batulicin

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_16

oplus_16

Batulicin,matarakyat.co.id — Di bawah langit Batulicin yang hangat pada Rabu, 20 Mei 2026, harapan baru menyala di halaman Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Batulicin.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan, Mulyadi, datang bukan hanya membawa sambutan, tetapi juga meresmikan dua denyut kehidupan yang selama ini dinantikan: Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dan Klinik Pratama.

Dua fasilitas itu berdiri seperti dua sayap bagi hak dasar manusia. Yang satu menjamin perut tak lagi kosong, yang lain menjaga agar raga yang sedang diuji tetap terawat.

Harapannya sederhana namun dalam: agar setiap Warga Binaan Pemasyarakatan merasakan bahwa martabat tidak pernah ditanggalkan, meski kebebasan sementara ditahan.

Usai prosesi, langkah Mulyadi menelusuri sudut-sudut pembinaan yang hidup. Di sana ada panen jagung yang kuningnya menguningkan wajah para pembina, kandang ayam petelur yang berisik tapi jujur, lapangan serbaguna yang menanti tawa, hingga area strap sell yang dijaga untuk mereka yang masih bergulat dengan dirinya sendiri.

Baca Juga :  Tongkat Estafet di Batulicin: Perpisahan dan Janji Baru di Balik Jeruji
(Kakanwil panen tanaman hidroponik lapas Kelas IIB Batulicin)

Yang paling mencuri perhatian adalah Mandora 37 Pujasera — sebuah pusat jajanan serba ada yang lebih dari sekadar tempat jual beli. Ia adalah ruang belajar, ruang bekerja, ruang bermimpi.

(ketahanan pangan tanaman jagung WBP lapas kelas III Batulicin)

Di dalamnya bernafas minimarket, gerai makanan, barbershop, depo air minum, produksi es kristal, ruang jahit, dan laundry. Semua dijalankan oleh tangan-tangan warga binaan yang sedang belajar menenun kembali masa depan.

Baca Juga :  Tongkat Estafet di Batulicin: Perpisahan dan Janji Baru di Balik Jeruji

Mulyadi memandang semua itu dengan mata yang tak menyembunyikan kagum.

“Kami sangat mengapresiasi terobosan-terobosan luar biasa yang telah dilakukan oleh Kepala Lapas Batulicin, Arifin,” ujarnya pelan namun tegas.
“Ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berinovasi. Di sini, warga binaan tidak hanya menunggu waktu berlalu, tetapi mengisinya dengan kegiatan yang positif dan produktif.”

Ia melanjutkan, program standarisasi dapur di pemasyarakatan Kalimantan Selatan terus melangkah. Lapas Batulicin kini menjadi pelita bagi yang lain, bergabung dengan Lapas Kandangan dan Lapas Kotabaru sebagai perintis yang berani memulai.

Maka hari itu, Batulicin bukan hanya meresmikan gedung dan alat. Ia meresmikan keyakinan: bahwa pembinaan adalah seni menumbuhkan manusia, bahkan di tempat yang paling sunyi sekalipun.

Berita Terkait

Tongkat Estafet di Batulicin: Perpisahan dan Janji Baru di Balik Jeruji

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:48 WITA

Tongkat Estafet di Batulicin: Perpisahan dan Janji Baru di Balik Jeruji

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:12 WITA

Kakanwil Kalsel Resmikan Dapur SPPG dan Sederet Inovasi Keren di Lapas Batulicin

Berita Terbaru

Lapas kelas III Batulicin

Tongkat Estafet di Batulicin: Perpisahan dan Janji Baru di Balik Jeruji

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:48 WITA

oplus_16

Lapas kelas III Batulicin

Kakanwil Kalsel Resmikan Dapur SPPG dan Sederet Inovasi Keren di Lapas Batulicin

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:12 WITA

Polda Kalsel

Polisi Ancam Tindak Tegas Oknum SPBU dan Preman Pengatur BBM

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:39 WITA