Pemkab Banjar Bergerak Cepat Tangani Penyakit LSD pada Ternak

- Jurnalis

Kamis, 26 Desember 2024 - 08:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Martapura,matarakyat.co.id – Merebaknya penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) yang dikenal masyarakat sebagai penyakit Lato-lato, telah menjadi ancaman serius bagi populasi ternak di Indonesia.

Merespons hal ini, Pemerintah Kabupaten Banjar mengambil langkah cepat untuk melindungi sektor peternakan.

Dinas Pertanian (Distan) melalui Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet), bersama tim Puskeswan Mangkauk dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sambung Makmur mengadakan sosialisasi terkait pencegahan LSD.

Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (24/12/2024), dalam pertemuan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Sambung Makmur, salah satu lumbung ternak sapi di Kabupaten Banjar.

Penyakit LSD, yang disebabkan oleh Lumpy Skin Disease Virus, merupakan penyakit kulit menular pada sapi dan kerbau.

Penyakit ini dapat menyebabkan penurunan produksi susu dan daging, bahkan kematian ternak jika tidak ditangani dengan cepat.

Baca Juga :  Saidi Mansyur: Safari Ramadan Bukan Seremonial, tapi Ruang Serap Aspirasi

Dampaknya tentu sangat signifikan terhadap perekonomian peternak, terutama di Kabupaten Banjar yang memiliki potensi besar di sektor peternakan.

“Kami sangat serius dalam upaya pencegahan LSD. Sosialisasi seperti ini adalah langkah awal yang penting untuk meningkatkan kesadaran peternak tentang bahaya LSD, cara pencegahannya, dan pengobatannya,” ujar Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet, drh Lulu Vilavardi.

Dalam sosialisasi tersebut, peternak diberikan pemahaman komprehensif tentang LSD, mulai dari gejala klinis, cara penularan, hingga upaya pencegahan.

Vaksinasi disebut sebagai langkah pencegahan paling efektif untuk menghambat penyebaran penyakit ini.

“Kami berharap seluruh peternak dapat segera memvaksinasi ternak mereka,” tegas Lulu.

Baca Juga :  Kemarau Diprediksi Lebih Panjang, Pemkab Banjar Siagakan Tiga Posko Karhutla dan Fokus Awasi Enam Kecamatan

Selain vaksinasi, peningkatan biosekuriti peternakan juga ditekankan dalam upaya pencegahan. Hal ini mencakup menjaga kebersihan kandang, melakukan desinfeksi secara rutin, dan membatasi akses orang atau hewan dari luar kandang.

Kegiatan sosialisasi ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Camat, Forkopimcam, Koordinator Balai, PPL Sambung Makmur, serta para peternak.

Meski demikian, berbagai tantangan tetap ada, seperti rendahnya kesadaran peternak akan pentingnya vaksinasi dan keterbatasan sumber daya petugas untuk melaksanakan vaksinasi massal.

Namun, drh Lulu Vilavardi tetap optimistis bahwa penyebaran LSD dapat dikendalikan melalui kerja sama yang baik antara pemerintah, peternak, dan stakeholder terkait.

“Kami berharap kegiatan sosialisasi ini dapat memotivasi para peternak untuk lebih aktif dalam upaya pencegahan LSD,” pungkas Lulu.

Penulis : ARF

Editor : MR

Sumber Berita : Info Publik Kab. Banjar

Berita Terkait

12 Pengurus Ranting NU Dilantik di Beruntung Baru, Wabup Banjar Dorong Program Nyata untuk Warga
Bupati Banjar Salurkan 350 APD dan BBM Rp50 Juta untuk Relawan Buser 690
DPRD Banjar Soroti APBD 2027, Pemkab Diminta Pastikan Anggaran Tak Sekadar Terserap
Pemkab Banjar Perkuat Pengawasan Pembangunan, OPD Diminta Tak Sekadar Kejar Serapan Anggaran
Karhutla di Gambut Meluas hingga 15 Hektare, Petugas Berjibaku Selama 3 Jam
Sebelum Ajak Masyarakat Taat Pajak, Sekda Banjar Minta ASN Beri Teladan
Lantik 23 Pambakal, Bupati Banjar Tegaskan Tak Ada Lagi Kubu Menang-Kalah
Karhutla Dekati Permukiman, Bupati Banjar Turun Langsung Pantau Pemadaman di Sungai Tabuk

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 08:53 WITA

12 Pengurus Ranting NU Dilantik di Beruntung Baru, Wabup Banjar Dorong Program Nyata untuk Warga

Senin, 14 September 2026 - 19:18 WITA

Bupati Banjar Salurkan 350 APD dan BBM Rp50 Juta untuk Relawan Buser 690

Rabu, 9 September 2026 - 08:50 WITA

DPRD Banjar Soroti APBD 2027, Pemkab Diminta Pastikan Anggaran Tak Sekadar Terserap

Selasa, 8 September 2026 - 22:56 WITA

Pemkab Banjar Perkuat Pengawasan Pembangunan, OPD Diminta Tak Sekadar Kejar Serapan Anggaran

Selasa, 8 September 2026 - 21:01 WITA

Karhutla di Gambut Meluas hingga 15 Hektare, Petugas Berjibaku Selama 3 Jam

Senin, 7 September 2026 - 19:04 WITA

Sebelum Ajak Masyarakat Taat Pajak, Sekda Banjar Minta ASN Beri Teladan

Senin, 7 September 2026 - 16:00 WITA

Lantik 23 Pambakal, Bupati Banjar Tegaskan Tak Ada Lagi Kubu Menang-Kalah

Jumat, 4 September 2026 - 22:07 WITA

Karhutla Dekati Permukiman, Bupati Banjar Turun Langsung Pantau Pemadaman di Sungai Tabuk

Berita Terbaru