Banjarbaru, matarakyat.co.id — Anggota Komisi III DPRD Kota Banjarbaru, Siska Monalisa menaruh perhatian terhadap kondisi sanitasi di salah satu pasar tradisional di Kota Banjarbaru.
Siska, menilai masih terdapat saluran pembuangan limbah yang belum berfungsi secara optimal dan berpotensi menimbulkan genangan air di area pasar.
Temuan tersebut didapat saat melakukan pengamatan langsung terhadap aktivitas pasar yang digunakan masyarakat setiap hari.
Menurut Siska, kondisi drainase yang kurang maksimal dapat berdampak pada kebersihan lingkungan serta kenyamanan pedagang dan pengunjung.
“Saluran pembuangan limbah di pasar ini terlihat belum bekerja dengan baik. Jika dibiarkan, genangan air bisa menimbulkan persoalan kebersihan dan kesehatan,” ujar Siska Monalisa, Jumat (30/1/2026).
Ia menegaskan, pasar sebagai fasilitas publik semestinya memiliki sistem sanitasi yang memadai agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan dengan aman dan nyaman.
Oleh karena itu, pengelolaan drainase dan sanitasi perlu menjadi perhatian bersama.
Secara tidak langsung, Siska menyampaikan bahwa pemeliharaan sistem sanitasi pasar harus dilakukan secara rutin dan dievaluasi secara teknis oleh instansi terkait agar fungsinya tetap optimal.
Hal tersebut sejalan dengan upaya menjaga kualitas infrastruktur publik di Kota Banjarbaru.
Sebagai mitra pengawas di bidang infrastruktur dan lingkungan, Komisi III DPRD Banjarbaru mendorong agar pengelolaan drainase dan limbah pasar dilakukan secara berkelanjutan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Komisi III juga menilai, perencanaan pembangunan pasar tidak hanya berfokus pada bangunan utama, tetapi harus mencakup sistem pendukung seperti drainase dan pengelolaan limbah.
Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan lingkungan pasar yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.
Menjelang meningkatnya aktivitas masyarakat di pasar, Komisi III berharap adanya koordinasi dan sinergi antar pihak terkait guna meningkatkan perhatian terhadap aspek kebersihan dan sanitasi pasar.
Catatan tersebut disampaikan sebagai bagian dari komitmen DPRD Kota Banjarbaru dalam menjaga kualitas infrastruktur serta pelayanan publik agar tetap optimal dan berkelanjutan.






