Martapura, matarakyat.co.id – Warga Jalan Batas Kota, Kelurahan Sungai Paring, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar,
digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 19.30 WITA, atau menjelang waktu berbuka puasa.
Korban diketahui berinisial MRA seorang laki-laki, yang beralamat di Pontianak, Kalimantan Barat.
Ia ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya oleh dua rekannya yang tinggal satu atap.
Kapolres Banjar, AKBP Dr Fadli melalui Plt Kasi Humas Polres Banjar, Iptu M. Rifani, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
“Benar, telah terjadi penemuan seorang pria dalam keadaan meninggal dunia di wilayah Sungai Paring, Martapura, pada Selasa malam sekitar pukul 19.30 WITA,” ujar Iptu Rifani dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi awal, dua rekan korban sempat keluar untuk membeli makanan berbuka puasa.
Saat kembali ke kamar kos, keduanya melihat korban masih dalam posisi tidur dengan tubuh tertutup selimut.
“Ketika selimut dibuka, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi tubuh membiru. Rekan korban kemudian melaporkan kejadian itu kepada Ketua RT setempat dan diteruskan ke Polsek Martapura,” jelasnya.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Martapura bersama Unit Inafis Polres Banjar langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Iptu Rifani menambahkan, jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Ratu Zalecha Martapura untuk penanganan lebih lanjut.
Pihak keluarga dan rekan satu kos turut mendampingi proses tersebut.
“Korban sudah dibawa ke RS Ratu Zalecha. Keluarga dan teman satu kost saat ini mendampingi,” katanya.
Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga dan rekan korban, diketahui bahwa almarhum memiliki riwayat penyakit menahun.
Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian.
“Informasi sementara dari keluarga dan rekan korban, yang bersangkutan memiliki riwayat sakit menahun. Namun demikian, proses penyelidikan masih berjalan untuk memastikan penyebab kematian,” tegas Iptu Rifani.
Hingga berita ini diturunkan, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian.






