Batulicin,matarakyat.co.id – Belum sepenuhnya memecah kabut, tapi Pendopo Gajah Mada Polres Tanah Bumbu sudah lebih dulu menyala. Bukan oleh lampu sorot, tapi oleh sorot mata yang sama-sama menatap satu layar, pada Minggu (14/06/2026) Pagi.
Di sana, bola dunia bergulir. Brasil melawan Maroko. Gol demi gol bukan hanya disoraki, tapi dirayakan bersama. Karena hari itu, seragam dan kaos jersey duduk berdampingan.
AKBP Arief Prasetya, S.I.K.,M.Med.Kom Kapolres Tanah Bumbu, tak lagi berdiri di podium. Ia duduk, tertawa, bertepuk tangan bersama Wakapolres Kompol Apriyansa Sinatra, S.H., S.I.K., M.H., CPHR, para PJU, personel, hingga komunitas ojek online dan Kamtibmas.
Di Simpang Empat dan Karang Bintang, layar lain juga menyala serentak. Polsek jajaran membuka pintunya. Polri Presisi “Polri untuk Masyarakat” tak lagi sekadar slogan di dinding. Ia menjadi ruang, menjadi bangku, menjadi kopi yang dibagi saat gol tercipta.
Mengusung tema _l“Polres Tanah Bumbu Merajut Kebersamaan dalam Semangat Sportivitas”, nobar ini bukan sekadar menonton pertandingan. Ia adalah jembatan. Jembatan yang menghubungkan borgol dan senyum, antara patroli dan pelukan.
Di meja-meja bundar, BEM duduk satu ruang dengan tokoh masyarakat. Komunitas sepak bola bersorak bersama Satlantas. Bahkan pelaku UMKM Tanah Bumbu diberi panggung. Dagangan mereka laku, tawa mereka ikut menyemarakkan. Karena Bhayangkara ke-80 bukan hanya soal upacara, tapi soal ekonomi rakyat kecil yang ikut tumbuh.
Kapolres Tanah Bumbu menuturkan, lebih dari 90 menit di layar, yang dikejar adalah 80 tahun pengabdian yang dirasakan.
“Ini bukan hanya ajang nonton bola. Ini momentum memperkuat sinergi, membangun kedekatan, menumbuhkan semangat persatuan antara Polri dan masyarakat,”ujarnya.
Foto-foto dari Pendopo Gajah Mada menangkap satu pemandangan langka: kursi berlogo Polres diduduki rakyat biasa, dan rakyat biasa merasa itu memang tempatnya. Tak ada sekat. Tak ada jarak. Yang ada hanya sama-sama menahan napas saat tendangan penalti, sama-sama berteriak saat gol lahir.
Hari itu Tanah Bumbu belajar: menjaga keamanan bukan hanya dengan patroli malam, tapi juga dengan hadir di pagi hari, berbagi tawa sebelum tugas dimulai. Menjelang Hari Bhayangkara ke-80, Polres Tanah Bumbu memilih cara yang paling manusiawi untuk merayakan, duduk bersama, menonton bersama, bahagia bersama.
Karena ternyata, merajut kebersamaan paling mudah dimulai dari satu layar dan satu sorakan yang sama: “Gooool!”






