Martapura, matarakyat.co.id – Upaya dunia pendidikan di Kabupaten Banjar dalam menanamkan budaya peduli lingkungan kembali menuai apresiasi.
Sebanyak 16 sekolah di daerah ini berhasil meraih Penghargaan Adiwiyata Tahun 2025 di berbagai tingkatan, mulai dari nasional, provinsi hingga kabupaten.
Pada tingkat nasional, tiga sekolah ditetapkan sebagai penerima Adiwiyata Nasional 2025, yakni SDN Sungai Alang 2 Karang Intan, SMP Darul Hijrah Puteri Martapura, dan SMPN 1 Pengaron.
Sementara di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, penghargaan Adiwiyata Provinsi diraih oleh SDN Keliling Benteng Ilir dan SDN Lok Buntar, Kamis (15/1/2026).
Adapun pada tingkat Kabupaten Banjar, sebanyak 11 sekolah dinilai berhasil memenuhi kriteria Adiwiyata Kabupaten, yaitu MIN 8 Banjar, SD Al Muhammadiyah Martapura, SDN Gambut 4, SDN Gudang Hirang 1, SDN Kecil Kiram, SDN Kertak Hanyar 1-1, SDN Sekumpul 1, SMPN 6 Karang Intan, SMPN 1 Aranio, SMPN 2 Astambul, dan SMPN 2 Simpang Empat.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia kepada puluhan sekolah di Kalimantan Selatan sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq.
Penilaian calon Sekolah Adiwiyata dilakukan secara menyeluruh melalui tiga aspek utama, yakni perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi dan monitoring. Pada tahap perencanaan, sekolah dinilai dari kesiapan dokumen, pemetaan potensi dan permasalahan lingkungan, serta integrasi program lingkungan ke dalam visi, misi, dan kurikulum sekolah.
Sementara itu, aspek pelaksanaan menitikberatkan pada penerapan perilaku ramah lingkungan, seperti pengelolaan sampah, kebersihan dan sanitasi, penghijauan, konservasi air dan energi, hingga pengembangan inovasi lingkungan hidup di lingkungan sekolah. Aspek evaluasi dan monitoring menilai keberlanjutan program melalui pemantauan perubahan perilaku warga sekolah serta perbaikan kondisi lingkungan secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar, Ahmad Bayhaqie, melalui Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Bidang P3KLH, Khairul Nuryanti, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Pembinaan dilakukan mulai dari sosialisasi kriteria Adiwiyata, bimbingan teknis, penyusunan dokumen pendukung, hingga pendampingan dan visitasi langsung ke sekolah-sekolah,” ujar Nuryanti.
Ia menegaskan bahwa program Adiwiyata bukan sekadar ajang penghargaan, melainkan sebuah gerakan untuk mendorong perubahan perilaku menuju budaya hidup bersih dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan.
“Kami berharap sekolah penerima Adiwiyata dapat menjadi sekolah imbas yang menularkan praktik baik kepada sekolah lain. Sedangkan sekolah yang belum meraih penghargaan agar terus berbenah, karena keberhasilan Adiwiyata ditentukan oleh komitmen dan kepedulian bersama, bukan hanya kelengkapan fasilitas,” pungkasnya






