Banjir Kalsel Dinilai Jadi Krisis Kemanusiaan, Pengamat Soroti Dampak Psikologis dan Kerusakan Lingkungan

- Jurnalis

Sabtu, 27 Desember 2025 - 23:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Martapura,matarakyat.co.id – Banjir yang kembali melanda sejumlah daerah di Kalimantan Selatan tidak hanya meninggalkan genangan air, tetapi juga menyisakan persoalan kemanusiaan yang serius.

Dampaknya dirasakan luas oleh masyarakat, mulai dari tekanan psikologis hingga lumpuhnya aktivitas ekonomi warga.

Pengamat Sosial Kalimantan Selatan, M Ali Syahbana, menilai bencana banjir saat ini tidak bisa lagi dianggap sebagai kejadian rutin akibat curah hujan tinggi. Menurutnya, banjir telah berkembang menjadi persoalan kompleks yang langsung menyentuh sisi sosial dan kemanusiaan masyarakat.

“Air yang datang secara tiba-tiba memaksa warga mengungsi, memutus akses transportasi, menghentikan roda ekonomi, serta menimbulkan trauma, terutama bagi anak-anak,” ujar Ali Syahbana, Sabtu (27/12/2025).

Ia menggambarkan kondisi warga yang hidup dalam kecemasan dan ketidakpastian. Banyak orang tua, kata dia, diliputi kekhawatiran mengenai kapan banjir akan surut dan bagaimana mereka harus memulai kembali kehidupan pascabencana.

Baca Juga :  Peduli Relawan, Hasan Hamdan dan Habib Umar Bantu BPK MKM Martapura

Ali Syahbana menegaskan, banjir yang terjadi saat ini merupakan krisis multidimensi. Dampaknya tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga merambah ke aspek sosial, ekonomi, hingga kesehatan mental masyarakat.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pihak untuk melihat persoalan banjir dari akar permasalahan yang lebih dalam. Gangguan keseimbangan lingkungan di kawasan hulu disebutnya memiliki pengaruh besar terhadap wilayah hilir.

Perubahan tutupan lahan, berkurangnya daerah resapan air, pemanfaatan sumber daya alam yang belum sepenuhnya sejalan dengan daya dukung lingkungan, serta lemahnya tata kelola daerah aliran sungai (DAS) menjadi faktor yang secara perlahan memperparah risiko banjir.

Baca Juga :  Dampingi Bocah 6 Tahun ke RSUD, Anggota DPRD Banjar Desak Pemerintah Peduli Warga Kurang Mampu

“Apa yang terjadi di wilayah hulu pada akhirnya akan dirasakan di hilir. Alam bekerja dengan hukum sebab-akibat yang tidak pernah keliru,” tegasnya.

Karena itu, ia menilai penanganan banjir tidak cukup jika hanya mengandalkan langkah darurat atau pembangunan fisik semata. Diperlukan upaya berkelanjutan melalui pengelolaan lingkungan yang lebih bijak, kesadaran kolektif, serta komitmen lintas wilayah dan lintas generasi.

Ali Syahbana menyebut banjir yang melanda Kalimantan Selatan sebagai sebuah peringatan alam untuk berhenti sejenak, melakukan refleksi, dan berbenah bersama.

“Jika keseimbangan alam dijaga dan dihormati, alam pun akan kembali bersahabat. Kalimantan Selatan memiliki kesempatan untuk pulih dan hidup lebih harmonis, asalkan kita mau mendengar dan merespons pesan alam,” pungkasnya.

Berita Terkait

Liga Amal Tanipah Cup 2026 Digelar di Lahan Sawah Kering, Hasil Kegiatan Disumbangkan untuk Masjid
Helda Rina Ingatkan Sekolah Tak Abaikan Kondisi Udara di Tengah Kabut Asap
Percepat Pemadaman Karhutla, Relawan Damkar Banjar Dapat Kemudahan Akses BBM
DPRD Banjar Soroti APBD 2027, Pemkab Diminta Pastikan Anggaran Tak Sekadar Terserap
RAPBD Banjar 2027 Diarahkan Lebih Tepat Sasaran, Belanja Daerah Diminta Beri Dampak ke Masyarakat
DPRD Banjar Dorong Strategi Pencegahan Karhutla, Jangan Hanya Bergerak Saat Api Muncul
Kasus ISPA Tembus 4.000, DPRD Banjar Minta Perlindungan Warga Diperkuat di Tengah Karhutla
TMI Banjar Belajar ke Sumsel, Incar Pola Pertanian Produktif untuk Petani Banjar

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:14 WITA

Liga Amal Tanipah Cup 2026 Digelar di Lahan Sawah Kering, Hasil Kegiatan Disumbangkan untuk Masjid

Rabu, 16 September 2026 - 08:34 WITA

Helda Rina Ingatkan Sekolah Tak Abaikan Kondisi Udara di Tengah Kabut Asap

Sabtu, 12 September 2026 - 14:17 WITA

Percepat Pemadaman Karhutla, Relawan Damkar Banjar Dapat Kemudahan Akses BBM

Rabu, 9 September 2026 - 08:50 WITA

DPRD Banjar Soroti APBD 2027, Pemkab Diminta Pastikan Anggaran Tak Sekadar Terserap

Selasa, 8 September 2026 - 21:12 WITA

RAPBD Banjar 2027 Diarahkan Lebih Tepat Sasaran, Belanja Daerah Diminta Beri Dampak ke Masyarakat

Selasa, 1 September 2026 - 16:32 WITA

DPRD Banjar Dorong Strategi Pencegahan Karhutla, Jangan Hanya Bergerak Saat Api Muncul

Selasa, 1 September 2026 - 12:06 WITA

Kasus ISPA Tembus 4.000, DPRD Banjar Minta Perlindungan Warga Diperkuat di Tengah Karhutla

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:25 WITA

TMI Banjar Belajar ke Sumsel, Incar Pola Pertanian Produktif untuk Petani Banjar

Berita Terbaru