Tanah Bumbu,matarakyat.co.id — Kok bulu putih memecah sunyi di bawah sorot lampu. 17 sampai 22 Juni 2026, Gedung Olahraga Polres Tanah Bumbu tak lagi sekadar ruang latihan. Ia berubah jadi panggung sportivitas menyambut HUT Bhayangkara ke-80.
Sebanyak 30 peserta dari jajaran Polres dan Polsek se-Kabupaten Tanah Bumbu turun gelanggang. Ada Kasat yang biasanya tegas di ruang rapat, hari itu berlari mengejar shuttlecock. Ada Bhabinkamtibmas yang tiap hari menyapa warga, kini disapa sorakan penonton saat smash-nya mendarat sempurna.
AKBP Arief Prasetya, S.I.K.,M.Med.Kom., Kapolres Tanah Bumbu membuka langsung kejuaraan ini. Dari balik net, ia titip pesan: “Lapangan bulu tangkis mengajarkan kita cepat, tepat, dan kuat. Sama seperti tugas Polri melayani masyarakat.”
Puncaknya di babak final. Setelah adu rally panjang dan keringat yang jatuh membasahi lapangan, Kapolres Tanah Bumbu langsung menyerahkan hadiah kepada para juara. Total hadiah yang diperebutkan Rp50 juta. Bukan hanya untuk pemenang, tapi sebagai bentuk apresiasi untuk semua yang berani bertanding.
Tak hanya itu. Di sela penyerahan piala, Kapolres membagikan “bom doorprize” untuk para penonton dan peserta. Tawa pecah. Ada yang dapat kipas angin, ada yang dapat sembako, ada yang dapat helm. Yang pasti, semua pulang dengan tangan dan hati yang sama-sama penuh.
Turnamen ini membuktikan satu hal: peringatan Bhayangkara tak melulu soal baris-berbaris. Bisa juga lewat keringat, lewat tawa, lewat kebersamaan di satu lapangan. Pangkat sementara ditinggal di luar. Di dalam, yang ada hanya rekan setim, lawan yang saling menghormati, dan semangat yang sama: mengharumkan nama Bhayangkara.
Saat lampu Gor padam di malam 22 Juni, yang tersisa bukan hanya skor akhir. Tapi rasa: bahwa menjaga negeri bisa dimulai dari menjaga kekompakan di lapangan sendiri.






