Martapura, matarakyat.co.id – Keluhan masyarakat terkait antrean panjang dan lamanya waktu tunggu pelayanan di RSUD Ratu Zalecha Martapura menjadi perhatian dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar dan manajemen rumah sakit, Jumat (5/6/2026).
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Direktur RSUD Ratu Zalecha, Arief Rachman, menyatakan pihaknya terus melakukan pembenahan sistem pelayanan, khususnya dalam pengelolaan antrean pasien agar lebih efektif dan efisien.
Menurut Arief, salah satu solusi yang tengah dioptimalkan adalah penggunaan layanan pendaftaran online bagi pasien yang sebelumnya pernah mendapatkan pelayanan di rumah sakit tersebut.
“Kami sedang menyusun manajemen antrean yang lebih baik. Harapannya penggunaan pendaftaran online semakin meningkat sehingga pengaturan pelayanan menjadi lebih tertib dan efisien,” ujar Arief.
Ia mengungkapkan, saat ini tingkat pemanfaatan layanan pendaftaran online masih berada di kisaran 40 persen. Sebagian besar pasien masih memilih mendaftar langsung saat datang ke rumah sakit.
Kondisi tersebut kerap menimbulkan kesalahpahaman di kalangan pasien. Pasalnya, pasien yang melakukan pendaftaran secara online sehari sebelumnya otomatis telah memperoleh nomor antrean lebih awal dibandingkan pasien yang baru mendaftar secara langsung pada hari pelayanan.
Arief menjelaskan, banyak pasien yang datang sejak pagi berharap segera dilayani, padahal sistem telah mengatur prioritas berdasarkan nomor antrean yang diperoleh saat pendaftaran.
“Sering kali pasien datang pagi hari dan berharap langsung mendapatkan pelayanan. Padahal pasien yang mendaftar online sejak sehari sebelumnya sudah lebih dahulu masuk dalam sistem antrean,” jelasnya.
Selain memberikan kepastian nomor antrean, sistem pendaftaran online juga memungkinkan rumah sakit mengatur jadwal kedatangan pasien sesuai estimasi waktu pelayanan.
Dengan demikian, pasien tidak perlu datang terlalu dini dan menunggu dalam waktu lama.
“Melalui pendaftaran online, pasien bisa mengetahui perkiraan jam pelayanan sehingga tidak perlu menunggu berjam-jam di rumah sakit,” tambahnya.
Untuk meningkatkan penggunaan layanan digital tersebut, RSUD Ratu Zalecha secara rutin mengirimkan pesan pengingat melalui aplikasi WhatsApp kepada pasien setelah selesai berobat.
Petugas juga terus memberikan edukasi mengenai tata cara penggunaan aplikasi pendaftaran online.
Meski demikian, pihak rumah sakit mengakui masih terdapat sejumlah kendala, terutama bagi masyarakat lanjut usia dan warga yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan akses internet.
Karena itu, RSUD Ratu Zalecha berupaya menggandeng Dinas Kesehatan, pemerintah desa, media, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna memperluas sosialisasi layanan pendaftaran online kepada masyarakat.
“Kami berharap dukungan semua pihak agar masyarakat semakin mengenal dan memanfaatkan layanan ini,” kata Arief.
Selain itu, rumah sakit juga tengah menyiapkan mekanisme khusus bagi pasien penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes yang rutin menjalani kontrol.
Nantinya, pasien dapat langsung didaftarkan untuk kunjungan berikutnya sebelum meninggalkan rumah sakit.
Dengan skema tersebut, pasien hanya perlu menunggu pemberitahuan jadwal kontrol selanjutnya tanpa harus kembali melakukan proses pendaftaran dari awal.
Arief menegaskan, optimalisasi layanan pendaftaran online merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mengurangi kepadatan antrean di RSUD Ratu Zalecha Martapura.
“Tujuan kami adalah memberikan kepastian pelayanan, mengurangi antrean, dan mencegah penumpukan pasien di rumah sakit,” pungkasnya.






