Batulicin,matarakyat.co.id – Di bawah langit pagi yang jernih, Masjid At Taubah di dalam Lapas Kelas III Batulicin menjadi saksi bisu perayaan Idul Adha 1446 H yang khidmat dan penuh makna. Barisan warga binaan, petugas, dan tamu undangan berjejer rapi, merapatkan saf dalam sholat Idul Adha. Suara takbir, tahmid, dan tahlil menggema pelan, menembus tembok-tembok tinggi seolah mengingatkan bahwa cahaya iman tak pernah padam, meski raga terbatasi ruang.
Sholat dipimpin langsung oleh Khairil Mahdi dari Kemenag Tanah Bumbu dengan nuansa khusyuk, sementara khutbah Idul Adha disampaikan dengan pesan tentang keteladanan Nabi Ibrahim AS dan keikhlasan dalam berkurban.
Hadir dan menyapa langsung jamaah, Kalapas Kelas III Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menyampaikan bahwa Idul Adha adalah momentum untuk membersihkan hati, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan kepedulian sosial.
“Di tempat ini, kurban bukan hanya soal menyembelih hewan, tapi menyembelih ego dan menumbuhkan harapan baru,” ujarnya.
Usai sholat, prosesi penyembelihan hewan kurban berlangsung tertib di area Lapas. Amanah kurban yang diterima tahun ini berasal dari berbagai pihak:
Kurban Kambing:
– Bank BRI: 1 ekor
– Kejaksaan: 1 ekor
Kurban Sapi:
– Keluarga Warga Binaan: 1 ekor
– Warga Binaan: 1 ekor
– PT. Dorisfa Madu Jaya: 1 ekor
– PT. Jhonlin: 1 ekor
– Vendor Bama Lapas Batulicin: 1 ekor
Daging kurban yang terkumpul kemudian dikemas rapi. Sekitar 170 bungkus daging akan dibagikan kepada masyarakat di sekitar lingkungan Lapas, sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan di hari yang suci.
Momen ini menjadi pengingat bahwa di balik tembok Lapas, masih ada ruang untuk berbagi, memaafkan, dan merajut kembali harapan. Idul Adha di Masjid At Taubah bukan sekadar ritual, melainkan kisah tentang manusia yang terus belajar kembali kepada kemanusiaannya.
Penulis : Alfian
Editor : Matarakyat
Sumber Berita : Lapas Kelas IIB Batulicin






