Martapura, matarakyat.co.id – Sejak pagi buta, ribuan warga telah memadati kawasan Alun-Alun Ratu Zalecha, Senin (16/2/2026).
Mereka datang dengan satu tujuan, mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dalam kegiatan pasar murah yang digelar Partai Gerakan Indonesia Raya melalui DPC Kabupaten Banjar.
Antrean panjang mengular di sejumlah titik. Suasana riuh namun tertib. Kegiatan sosial ini digelar menjelang Ramadan 1447 H dan menjadi bagian dari peringatan hari ulang tahun ke-18 partai tersebut.
Ketua DPC Gerindra Kabupaten Banjar, H Muhammad Rofiqi, mengatakan awalnya panitia hanya menyiapkan 5.000 paket sembako. Namun membludaknya warga membuat jumlah itu harus ditambah.
“Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi sejak pagi. Awalnya lima ribu paket, tapi langsung kami tambah menjadi sepuluh ribu paket agar lebih banyak warga yang terbantu,” ujar Rofiqi kepada sejumlah awak media.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial ulang tahun partai. Ia menegaskan bahwa seluruh kader diminta untuk turun langsung membantu masyarakat, terutama menjelang bulan suci saat harga kebutuhan pokok cenderung meningkat.
Rofiqi menyebut arahan itu sejalan dengan instruksi Ketua Umum Gerindra sekaligus Presiden RI, Prabowo Subianto, agar kader partai lebih peka terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
“Perayaan ulang tahun kali ini kami arahkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat. Bukan sekadar kegiatan simbolis, tapi ada dampak langsung,” tegasnya.
Dalam pasar murah tersebut, sejumlah komoditas dijual jauh di bawah harga pasaran.
Gula pasir kemasan satu kilogram ditebus Rp10 ribu, paket lima bungkus mi instan Rp5 ribu, dan setiap pembeli juga mendapatkan satu botol sirup secara gratis.

Sejumlah warga mengaku terbantu dengan program tersebut. Mereka rela mengantre demi mendapatkan bahan pokok dengan harga miring untuk persiapan Ramadan.
Rofiqi menambahkan, program serupa tidak berhenti pada kegiatan hari itu saja.
DPC Gerindra Banjar berencana kembali menggelar pasar murah pada pertengahan hingga akhir Ramadan, yang rencananya dirangkai dengan kegiatan donor darah.
Ia menegaskan bahwa partainya ingin mengubah pola peringatan hari jadi menjadi lebih substansial.
“Kalau dulu mungkin identik dengan jalan santai atau hiburan, sekarang kami fokus pada penguatan ekonomi masyarakat. Ini yang kami anggap lebih relevan dengan kebutuhan warga,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut pun menjadi bukti bahwa momentum politik dapat diarahkan menjadi aksi sosial konkret, terutama di tengah tekanan ekonomi menjelang bulan suci.






