Banjarbaru, matarakyat.co.id – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk menjembatani persoalan antara masyarakat dan perusahaan melalui pendekatan mediasi dan musyawarah, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Kalimantan Selatan, Alin Wijaya, saat ditemui dikantornya di Banjarbaru, Selasa (3/2/2026).
Alin Wijaya menyampaikan apresiasi atas kehadiran perwakilan perusahaan dan pihak terkait dalam upaya membangun komunikasi yang lebih baik.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Haris selaku regional PT Agri Bumi Sentosa dan Bapak Warnoto yang mewakili tanggung jawab kemasyarakatan di Barito Kuala,” ujar Alin.
Menurutnya, keberadaan Tani Merdeka memiliki peran strategis sebagai penghubung antara masyarakat dan perusahaan dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di lapangan.
“Intinya, sesuai arahan Presiden Prabowo, Tani Merdeka ini dibentuk untuk menjembatani permasalahan antara masyarakat dan perusahaan. Alhamdulillah, saat ini sudah mulai ada titik temu. Harapannya ke depan perusahaan tetap berjalan dengan lebih baik, dan masyarakat juga bisa menerima hasil yang lebih baik,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Alin Wijaya juga mengucapkan selamat atas pelantikan pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Barito Kuala periode terbaru.
“Kami mengucapkan selamat dan sukses atas pelantikan DPD Tani Merdeka Barito Kuala dengan ketua Bapak Darmono, sekretaris Bapak Sunarno, dan bendahara Belio. Semoga amanah ini dapat dijalankan sesuai anggaran dasar dan tujuan organisasi,” katanya.
Sementara itu, Haris Prasetyo, selaku Regional
PT Agri Bumi Sentosa (ABS), menegaskan dukungan perusahaan terhadap keberadaan Tani Merdeka sebagai wadah penyelesaian persoalan kemitraan.
Ia menilai tujuan pembentukan Tani Merdeka sangat mulia karena berorientasi pada pembelaan kepentingan masyarakat, khususnya petani plasma.
“Pada prinsipnya kami bermitra. Tujuan Tani Merdeka ini sangat baik, untuk membela kepentingan masyarakat. Oleh karena itu, kami mendukung dan mensupport penuh penyelesaian persoalan melalui mediasi dan musyawarah,” ujar Haris.
Ia menambahkan, hingga saat ini tidak terdapat persoalan fisik di lapangan, sehingga pendekatan dialog dinilai sebagai langkah paling tepat.
“Kami sepakat agar setiap persoalan diselesaikan tanpa bentrokan fisik, dengan mengedepankan musyawarah agar ditemukan solusi terbaik bagi semua pihak,” tutupnya.






