Banjarbaru, matarakyat.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru melaksanakan panen raya ketahanan pangan secara serentak bersama seluruh lapas dan rumah tahanan di Indonesia.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Ketahanan Pangan Pemasyarakatan yang digagas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara virtual dan terpusat dari kementerian, serta diikuti oleh seluruh satuan kerja pemasyarakatan di Indonesia.
Panen raya dibuka secara resmi oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui sambungan virtual.
Di Lapas Banjarbaru, kegiatan diikuti oleh jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan, para kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Kalimantan Selatan, serta tamu undangan dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Selatan, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan, serta para pimpinan UPT Pemasyarakatan di wilayah Kalimantan Selatan.
Selain itu, sejumlah perwakilan Forkopimda dan instansi terkait juga menghadiri panen raya, di antaranya perwakilan Wali Kota Banjarbaru, Kapolres Banjarbaru, Ketua Pengadilan Negeri Banjarbaru, Kepala BNN Kota Banjarbaru, perwakilan Dandim 1006 Banjar, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala Dinas Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, serta perwakilan beberapa dinas dan lembaga lainnya.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan, Mulyadi, mengatakan panen raya tersebut menjadi wujud nyata pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan.
“Hari ini, sesuai arahan Bapak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, kita melaksanakan panen raya ketahanan pangan secara serentak di seluruh Indonesia, khususnya di lapas dan rutan,” ujar Mulyadi, Kamis (15/1/2026).
Untuk Lapas Banjarbaru, panen kali ini meliputi sejumlah komoditas hortikultura, di antaranya kangkung, terong, ikan lele dan ubi jalar.
Menurut Mulyadi, hasil tersebut merupakan bagian dari pengelolaan lahan yang dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung program pembinaan warga binaan.
“Di Lapas Banjarbaru hari ini kita panen kangkung, terong, dan ubi jalar. Sebelumnya, lapas ini juga telah melaksanakan panen jagung, kacang, nanas, hingga melon,” jelasnya.
Ia menambahkan, ke depan program ketahanan pangan akan terus ditingkatkan dengan memanfaatkan seluruh lahan yang ada.
Tidak hanya untuk pertanian, lahan-lahan yang sebelumnya tidak produktif juga akan dimaksimalkan untuk kegiatan perikanan.
“Ini sudah menjadi perintah dan komitmen bersama. Lahan tidur yang sebelumnya tidak berfungsi kini kita manfaatkan, sehingga tidak ada lagi lahan kosong. Semua harus ditanami atau dimanfaatkan untuk budidaya ikan,” ungkapnya.
Mulyadi juga menyebutkan bahwa Lapas Banjarbaru sejak lama menjadi pilot project pembinaan kemandirian di Kalimantan Selatan.
Di lapas tersebut terdapat sarana asimilasi dan edukasi yang mendukung pelaksanaan program ketahanan pangan secara berkelanjutan
“Lapas Banjarbaru memang sejak awal menjadi percontohan. Beberapa kali panen sudah kita lakukan dan laporkan. Program pembinaan kemandirian bagi warga binaan ini akan terus kita tingkatkan ke depannya,” bebernya.
Sementara, Kepala Lapas (Kalapas) Banjarbaru, I Made Supartana, mengatakan, dalam panen raya tersebut, Lapas Kelas IIB Banjarbaru berhasil memanen hasil ketahanan pangan berupa ubi jalar sebanyak 230 kilogram dan ikan lele seberat 241,5 kilogram.
“Hasil panen ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan dalam mendukung ketahanan pangan nasional, ” ungkapnya.
Keuntungan dari penjualan, kata dia hasil panen tersebut rencananya akan disumbangkan untuk membantu korban bencana alam di Aceh dan Sumatra sebagai bentuk kepedulian sosial.






