Martapura, matarakyat.co.id – Petani di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, diminta tetap bertahan dan menjaga semangat di tengah berbagai tantangan sektor pertanian.
Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan menjadi persoalan yang berpotensi mengganggu aktivitas dan produktivitas pertanian.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Dewan Pembina Tani Merdeka Indonesia, Sudaryono, kepada para petani di Kalimantan Selatan, khususnya Kabupaten Banjar. Pesan itu disampaikan melalui Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Banjar, Hj Helda Rina.
Helda mengatakan, arahan tersebut disampaikan Sudaryono saat dirinya mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) Tani Merdeka Indonesia.
Menurut Helda, Sudaryono mengingatkan agar petani tidak mudah menyerah meskipun dihadapkan pada situasi sulit, terutama akibat kebakaran lahan dan kekeringan yang dapat berdampak langsung terhadap usaha tani.
“Pesan beliau kepada petani di Kalimantan Selatan, khususnya Kabupaten Banjar, agar tetap semangat meskipun sedang menghadapi ujian kebakaran dan kekeringan,” ujar Helda, Sabtu (7/11/2026).
Di tengah berbagai persoalan tersebut, pemerintah pusat disebut berkomitmen memberikan dukungan kepada petani.
Salah satu bentuk dukungan yang disampaikan Sudaryono adalah bantuan bibit untuk membantu mempertahankan kegiatan pertanian sekaligus mendorong pemulihan lahan dan produksi yang terdampak.
Selain perhatian terhadap kondisi petani, Sudaryono juga menekankan pentingnya peran organisasi Tani Merdeka Indonesia agar tidak sekadar menjalankan kegiatan administratif.
TMI diharapkan aktif membangun komunikasi dan memperkuat kerja sama dengan petani, nelayan, serta pemerintah.
Organisasi tersebut juga didorong menjadi wadah penyalur aspirasi masyarakat, khususnya terkait berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.
Helda menilai, peran tersebut sangat penting agar pemerintah pusat memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi petani dan nelayan di daerah.
“Mas Dar juga berpesan agar Tani Merdeka terus menjalin kerja sama dengan petani, nelayan, dan pemerintah. Kita diharapkan bisa mendengar langsung aspirasi serta permasalahan di lapangan, sehingga menjadi telinga pemerintah pusat,” katanya.
Helda berharap, Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Banjar dapat menjalankan amanah tersebut dengan memperkuat pendampingan dan komunikasi bersama masyarakat tani.
Dengan demikian, berbagai persoalan yang dihadapi petani tidak hanya menjadi keluhan di tingkat daerah, tetapi juga dapat disampaikan kepada pemerintah sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan dan langkah penanganan sektor pertanian.






