Martapura,matarakyat.co.id – Pemerintah Kabupaten Banjar kembali mencatat prestasi di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
Bidang Perlindungan Masyarakat (Linmas) pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banjar berhasil menduduki peringkat pertama dalam penilaian Indeks Manajemen Satlinmas (IPM) Tahun 2025.
Dalam evaluasi tersebut, Banjar meraih skor 77,6, tertinggi di antara seluruh kabupaten/kota di Kalsel.
Nilai itu unggul 7,46 poin dari daerah pesaing terdekat, mencerminkan penguatan tata kelola, sistem kerja, dan kualitas sumber daya manusia yang dinilai konsisten serta terukur.
Kepala Bidang Satlinmas Satpol PP Banjar, Yudi Hartana, menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil pembenahan menyeluruh yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Menurutnya, keberhasilan ini bertumpu pada tiga aspek utama, yakni penguatan strategi kelembagaan, peningkatan kapasitas personel, serta pembenahan sistem dan sarana pendukung operasional.
“Kami melakukan perbaikan dari tahap perencanaan, peningkatan kompetensi anggota, hingga penyediaan sarana prasarana. Semua dirancang terintegrasi agar kinerja bisa diukur secara objektif,” ujar Yudi, belum lama tadi.
Sepanjang 2025, Satlinmas Banjar merealisasikan sejumlah program konkret.
Di antaranya pembangunan tiga pos baru yang berlokasi di Kelurahan Sekumpul (Martapura), Desa Jambu Burung (Beruntung Baru), dan Desa Pasar Jati (Astambul).
Selain itu, modernisasi perlengkapan lapangan juga dilakukan, termasuk pengadaan dua unit perahu karet, perangkat komunikasi HT, senter taktis, serta perlengkapan keselamatan lainnya.
Yudi menegaskan, pembaruan fasilitas ini penting untuk mendukung respons cepat terhadap bencana banjir maupun patroli keamanan lingkungan.
“Kami mendorong agar Satlinmas tidak hanya bersifat reaktif saat terjadi peristiwa, tetapi mampu melakukan deteksi dini serta langkah pencegahan,” tegasnya.
Ke depan, Pemkab Banjar menargetkan pembentukan minimal satu pos Satlinmas di setiap kecamatan, bahkan diperluas hingga tingkat desa dan kelurahan.
Peningkatan kesejahteraan anggota juga menjadi perhatian, termasuk rencana pemberian insentif bulanan serta dukungan anggaran sarana dan prasarana.
“Kesejahteraan personel sangat memengaruhi semangat kerja. Itu menjadi bagian penting dari strategi mempertahankan posisi terbaik di tingkat provinsi,” pungkasnya.






