Komitmen Sekolah Hijau Menguat, 16 Sekolah di Kabupaten Banjar Sabet Adiwiyata 2025

- Jurnalis

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Martapura, matarakyat.co.id – Upaya dunia pendidikan di Kabupaten Banjar dalam menanamkan budaya peduli lingkungan kembali menuai apresiasi.

Sebanyak 16 sekolah di daerah ini berhasil meraih Penghargaan Adiwiyata Tahun 2025 di berbagai tingkatan, mulai dari nasional, provinsi hingga kabupaten.

Pada tingkat nasional, tiga sekolah ditetapkan sebagai penerima Adiwiyata Nasional 2025, yakni SDN Sungai Alang 2 Karang Intan, SMP Darul Hijrah Puteri Martapura, dan SMPN 1 Pengaron.

Sementara di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, penghargaan Adiwiyata Provinsi diraih oleh SDN Keliling Benteng Ilir dan SDN Lok Buntar, Kamis (15/1/2026).

Adapun pada tingkat Kabupaten Banjar, sebanyak 11 sekolah dinilai berhasil memenuhi kriteria Adiwiyata Kabupaten, yaitu MIN 8 Banjar, SD Al Muhammadiyah Martapura, SDN Gambut 4, SDN Gudang Hirang 1, SDN Kecil Kiram, SDN Kertak Hanyar 1-1, SDN Sekumpul 1, SMPN 6 Karang Intan, SMPN 1 Aranio, SMPN 2 Astambul, dan SMPN 2 Simpang Empat.

Baca Juga :  RAKAT Perkuat Pengabdian di Momen HUT ke-81 RI

Penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia kepada puluhan sekolah di Kalimantan Selatan sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq.

Penilaian calon Sekolah Adiwiyata dilakukan secara menyeluruh melalui tiga aspek utama, yakni perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi dan monitoring. Pada tahap perencanaan, sekolah dinilai dari kesiapan dokumen, pemetaan potensi dan permasalahan lingkungan, serta integrasi program lingkungan ke dalam visi, misi, dan kurikulum sekolah.

Sementara itu, aspek pelaksanaan menitikberatkan pada penerapan perilaku ramah lingkungan, seperti pengelolaan sampah, kebersihan dan sanitasi, penghijauan, konservasi air dan energi, hingga pengembangan inovasi lingkungan hidup di lingkungan sekolah. Aspek evaluasi dan monitoring menilai keberlanjutan program melalui pemantauan perubahan perilaku warga sekolah serta perbaikan kondisi lingkungan secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Dorong Produktivitas Pertanian, PUPRP Banjar dan BWS Gelar Sosialisasi P3A dan P3-TGAI

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar, Ahmad Bayhaqie, melalui Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Bidang P3KLH, Khairul Nuryanti, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Pembinaan dilakukan mulai dari sosialisasi kriteria Adiwiyata, bimbingan teknis, penyusunan dokumen pendukung, hingga pendampingan dan visitasi langsung ke sekolah-sekolah,” ujar Nuryanti.

Ia menegaskan bahwa program Adiwiyata bukan sekadar ajang penghargaan, melainkan sebuah gerakan untuk mendorong perubahan perilaku menuju budaya hidup bersih dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan.

“Kami berharap sekolah penerima Adiwiyata dapat menjadi sekolah imbas yang menularkan praktik baik kepada sekolah lain. Sedangkan sekolah yang belum meraih penghargaan agar terus berbenah, karena keberhasilan Adiwiyata ditentukan oleh komitmen dan kepedulian bersama, bukan hanya kelengkapan fasilitas,” pungkasnya

Berita Terkait

12 Pengurus Ranting NU Dilantik di Beruntung Baru, Wabup Banjar Dorong Program Nyata untuk Warga
Bupati Banjar Salurkan 350 APD dan BBM Rp50 Juta untuk Relawan Buser 690
DPRD Banjar Soroti APBD 2027, Pemkab Diminta Pastikan Anggaran Tak Sekadar Terserap
Pemkab Banjar Perkuat Pengawasan Pembangunan, OPD Diminta Tak Sekadar Kejar Serapan Anggaran
Karhutla di Gambut Meluas hingga 15 Hektare, Petugas Berjibaku Selama 3 Jam
Sebelum Ajak Masyarakat Taat Pajak, Sekda Banjar Minta ASN Beri Teladan
Lantik 23 Pambakal, Bupati Banjar Tegaskan Tak Ada Lagi Kubu Menang-Kalah
Karhutla Dekati Permukiman, Bupati Banjar Turun Langsung Pantau Pemadaman di Sungai Tabuk

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 08:53 WITA

12 Pengurus Ranting NU Dilantik di Beruntung Baru, Wabup Banjar Dorong Program Nyata untuk Warga

Senin, 14 September 2026 - 19:18 WITA

Bupati Banjar Salurkan 350 APD dan BBM Rp50 Juta untuk Relawan Buser 690

Rabu, 9 September 2026 - 08:50 WITA

DPRD Banjar Soroti APBD 2027, Pemkab Diminta Pastikan Anggaran Tak Sekadar Terserap

Selasa, 8 September 2026 - 22:56 WITA

Pemkab Banjar Perkuat Pengawasan Pembangunan, OPD Diminta Tak Sekadar Kejar Serapan Anggaran

Selasa, 8 September 2026 - 21:01 WITA

Karhutla di Gambut Meluas hingga 15 Hektare, Petugas Berjibaku Selama 3 Jam

Senin, 7 September 2026 - 19:04 WITA

Sebelum Ajak Masyarakat Taat Pajak, Sekda Banjar Minta ASN Beri Teladan

Senin, 7 September 2026 - 16:00 WITA

Lantik 23 Pambakal, Bupati Banjar Tegaskan Tak Ada Lagi Kubu Menang-Kalah

Jumat, 4 September 2026 - 22:07 WITA

Karhutla Dekati Permukiman, Bupati Banjar Turun Langsung Pantau Pemadaman di Sungai Tabuk

Berita Terbaru

Pria di Gambut Diamankan Polisi Usai Ancam Warga Pakai Parang. Foto ( Resmob Banjar)

Polres Banjar

Tak Butuh Waktu Lama, Resmob Banjar Bekuk Pelaku Pengancaman di Gambut

Sabtu, 26 Sep 2026 - 19:29 WITA