Banjarmasin, matarakyat.co.id — Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melaksanakan aksi gotong royong terpadu untuk membenahi dua kawasan strategis sekaligus, yakni Kampung Ketupat dan Pasar Muara Teluk Dalam, Minggu (18/10). Kegiatan ini bertujuan menata ruang publik agar lebih tertib, bersih, aman, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Sejak pukul 07.30 WITA, jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Banjarmasin bersama unsur TNI dan Polri bahu-membahu membersihkan serta menata kedua lokasi tersebut.
Di Kampung Ketupat, fokus kegiatan meliputi pembongkaran sembilan bangunan bekas warung UMKM, pagar bambu, serta akses jalan penghubung antara amfiteater dan gazebo. Petugas juga membersihkan rumput liar, sampah, dedaunan, serta ranting pohon yang mengganggu estetika kawasan.
Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap penataan kembali Kampung Ketupat dapat menghadirkan ruang publik alternatif yang representatif bagi warga untuk bersantai dan beraktivitas secara positif.
“Dengan penataan kembali ini, kita berharap Kampung Ketupat dapat bermanfaat bagi masyarakat dan tentunya tidak disalahgunakan untuk kegiatan yang bersifat negatif,” ujar Yamin.
Menurutnya, penataan fisik harus dibarengi dengan pengelolaan yang baik serta pelibatan aktif masyarakat. Oleh karena itu, Pemko Banjarmasin akan mendorong kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pihak kelurahan, lembaga kemasyarakatan, serta ketua RT dan RW agar kawasan tersebut terawat secara berkelanjutan.
Sebagai langkah optimalisasi, pemerintah juga membuka peluang dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR). Sejumlah fasilitas pendukung turut direncanakan, seperti taman baca, pemasangan kamera pengawas (CCTV), serta pos penjagaan terpadu yang melibatkan unsur TNI, Polri, dan Satpol PP.
Sementara itu, pembenahan di Pasar Muara Teluk Dalam difokuskan pada normalisasi sungai dan kebersihan lingkungan pasar. Aksi ini meliputi pengerukan lumpur di depan pasar, pembersihan sampah dan rumput liar di sekitar pasar dan aliran sungai, penataan tempat pembuangan sementara (TPS), serta pengecatan fasilitas umum dan taman.
Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, turut mengapresiasi kekompakan jajaran yang berpartisipasi. Ia menilai perubahan kondisi kawasan pascapembersihan mencerminkan hasil nyata dari kerja sama yang solid.
“Alhamdulillah, sangat terlihat perbedaannya antara sebelum dan sesudah dibersihkan. Ini karena kekompakan dan solidnya rekan-rekan dalam melakukan pembersihan di lapangan,” ungkap Ichrom.
Semangat kebersamaan tersebut juga dirasakan oleh Rahman, salah seorang ASN Dinas Komunikasi informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotik) Kota Banjarmasin. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar membersihkan lingkungan, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap tata ruang kota.
“Bagi kami, gotong royong ini bukan sekadar membersihkan kawasan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap kota. Semoga hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan kita semua turut menjaga agar kawasan ini tetap bersih serta tertata,” tutur Rahman.
Melalui pembenahan kedua kawasan ini, Pemko Banjarmasin berupaya menghadirkan perubahan fisik yang berkelanjutan. Konsistensi pengelolaan serta tingginya kepedulian bersama diharapkan mampu menjaga ruang publik agar senantiasa bersih, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.






